Wamen: Kemkomdigi Dorong Industri Semikonduktor untuk Teknologi Nasional
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kemkomdigi
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mendorong peningkatan produk semikonduktor, untuk memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat menerima audiensi dengan PT Sat Nusapersada Tbk pada Selasa (27/1) lalu.
Wamenkomdigi menyatakan, bahwa Indonesia perlu segera masuk ke rantai pasokan global semikonduktor. Dengan hal tersebut ditegaskannya, Indonesia dapat memiliki daya tawar terhadap industri teknologi global.
Untuk itu diungkapkannya, pemerintah terus mempersiapkan industri teknologi nasional agar tidak berhenti di tahap perakitan. Hal ini menurutnya menjadi langkah strategis dan realistis, yang dapat dikejar Indonesia dalam waktu dekat.
“Kita masuk dulu ke rantai pasokan global. Di komponen yang strategis, kita harus ada. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh," kata Nezar dalam keterangan resminya pada Kamis (29/1).
Lebih lanjut ditegaskan Wamenkomdigi, bahwa Indonesia telah memiliki modal awal yang kuat dengan kekayaan sumber daya alamnya. Salah satunya yakni cadangan pasir silika, yang menjadi bahan baku silicon wafer, komponen utama dalam produksi chip semikonduktor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nezar mangatakan, lonjakan industri kecerdasan artifisial telah meningkatkan kebutuhan silicon wafer secara signifikan. Diungkapkan Wamenkomdigi, kelangkaan chip global menjadi peluang besar bagi negara-negara, yang memiliki bahan baku berlimpah seperti Indonesia.
"Permintaan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang pesat. Ini momentum yang jarang dan harus dimanfaatkan," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!