Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mata Uang Iran Ambruk ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 16:21 WIB | Oleh:
Mata Uang Iran Ambruk ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah Doc: AFP

TEHERAN - Mata uang rial Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah terhadap dolar AS pada Rabu (28/1), demikian laporan media Iran, Nour News.

Dolar AS diperdagangkan di atas 1.580.000 rial di pasar domestik, mempercepat penurunan yang dimulai sejak akhir pekan lalu saat nilai tukar mata uang tersebut berada di kisaran 1.510.000 rial. Data dari situs web pemantau mata uang mengindikasikan bahwa rial Iran telah kehilangan sekitar 5 persen nilainya sejak awal bulan ini.

Nour News mengaitkan merosotnya nilai mata uang tersebut dengan kombinasi ketegangan internasional yang meningkat, kebijakan ekonomi domestik, fluktuasi pasar global, serta naiknya permintaan lokal terhadap mata uang asing.

Pemerintah telah berupaya menstabilkan pasar, dengan upaya terbaru melalui penunjukan kembali mantan gubernur bank sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, pada Desember lalu. Hemmati menggantikan Mohammad-Reza Farzin yang mengundurkan diri, dan ditugaskan untuk meredam hiperinflasi, menstabilkan nilai tukar, serta menangani ketidakseimbangan perbankan dan korupsi ekonomi yang telah berlangsung lama, menurut pemerintah Iran.

Meski mengalami depresiasi yang tajam, Hemmati baru-baru ini mengabaikan volatilitas tersebut dengan menyatakan bahwa pasar valuta asing sedang mengikuti "jalur alaminya".

Tekanan ekonomi tersebut juga telah memicu keresahan domestik. Pada bulan lalu, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko-toko mereka sebagai bentuk protes atas anjloknya nilai rial serta rencana pemerintah untuk menghapuskan subsidi makanan dan bahan bakar tertentu.

Aksi demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember itu dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, merambah ke ranah politik, dan berujung pada kekerasan. Otoritas Iran berulang kali menepis ketidakstabilan itu dan menyebutnya sebagai hasutan pihak asing, menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Olahraga
Inilah Daftar Lengkap Nomin...
Megapolitan
Sebaran Abu Vulkanik Terpan...
Daerah
Pemprov Sulawesi Utara Paso...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp92.400/...

PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG: Gunung Anak Krakatau...
Advertisement
PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

PVMBG: Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.