Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deforestasi Hilangkan Sistem Pendingin Alami Bumi, Picu Gelombang Panas Lebih Lama

24 Kamis, 29 Jan 2026, 21:17 WIB | Oleh:
Deforestasi Hilangkan Sistem Pendingin Alami Bumi, Picu Gelombang Panas Lebih Lama Deforestasi Hilangkan Sistem Pendingin Alami Bumi, Picu Gelombang Panas Lebih Lama Doc: AFP/ALAN CHAVES

CANBERRA - Deforestasi dan pengembangan lahan yang cepat mengintensifkan secara signifikan gelombang panas melampaui dampak pemanasan global, menurut studi terbaru.

Studi tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth & Environment, menemukan deforestasi dan pemanfaatan lahan yang tidak terencana menjadi penyebab panas, yang memperburuk gelombang panas melampaui dampak gas rumah kaca, urai Australian Research Council Center of Excellence for 21st Century Weather pada Rabu (28/1).

Temuan itu sangat relevan dengan tantangan iklim yang dihadapi Australia saat ini, termasuk gelombang panas terbaru yang melanda sebagian besar wilayah negara itu pada Januari, yang disertai kebakaran hutan dan lahan, ujar Oluwafemi Adeyeri, penulis utama studi itu yang juga center research fellow yang berbasis di Australian National University.

Tim peneliti menunjukkan hilangnya vegetasi menyebabkan lanskap kehilangan sistem pendinginan alaminya.

"Hal ini memperkuat panas secara lokal, dan saat dipadukan dengan kelembapan, menghasilkan gelombang panas yang lebih berbahaya dan berlangsung lebih lama," tutur Adeyeri.

Tim peneliti menggunakan pemodelan iklim berbantuan kecerdasan buatan untuk menganalisis Afrika namun menemukan mekanisme fisik universal yang juga berlaku secara langsung di Australia, di mana pengembangan lahan yang cepat dan hilangnya vegetasi mengubah iklim lokal.

Temuan itu menunjukkan gelombang panas di beberapa wilayah Afrika dapat berlangsung hingga 12 kali lebih lama pada tahun 2100 jika emisi dan degradasi lahan terus berlanjut.

Namun mitigasi masih memungkinkan, mengingat menekan emisi dan melindungi vegetasi alami dapat mengurangi tingkat keparahan gelombang panas sekitar 30 persen, demikian menurut temuan studi tersebut. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.