Cegah Penularan Virus Nipah, Ini Saran Mantan Direktur WHO untuk Pemerintah
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 17:17 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
JAKARTA - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia bisa mencontoh langkah-langkah negara tetangga dalam upaya untuk mencegah penularan virus Nipah.
Penularan virus yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan sampai radang otak pada manusia itu belakangan merebak di India.
Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (29/1), Prof. Tjandra menyampaikan pentingnya mengantisipasi dampak penularan virus Nipah, yang sudah menular antar-manusia di India.
Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura sudah menjalankan langkah-langkah untuk mencegah penularan virus tersebut.
Menurut Prof. Tjandra, otoritas Thailand sudah melakukan skrining di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang pada orang-orang yang datang dari negara bagian West Bengal di India. Otoritas Nepal juga melakukan skrining pada pendatang di Tribhuvan International Airport.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Singapura pada 28 Januari 2026 mengumumkan langkah-langkah antisipasi penularan penyakit akibat virus Nipah, yang mencakup pemeriksaan suhu tubuh pendatang di bandara Changi.
Singapura juga meminta para dokter serta pengelola laboratorium dan rumah sakit untuk mewaspadai penularan penyakit akibat virus Nipah, utamanya dari pasien dengan riwayat kunjungan ke West Bengal yang mengalami gejala infeksi virus Nipah.
Di samping itu, Singapura akan mengadakan penyuluhan kesehatan di pintu-pintu masuk ke wilayahnya, meningkatkan surveilans pada pekerja migran yang baru datang dari Asia Selatan, dan berkoordinasi dengan penanggung jawab pengendalian penyakit menular di Asia Selatan dalam memantau penularan virus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prof. Tjandra mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang menerima kunjungan wisatawan dan pekerja dari India juga perlu menjalankan langkah-langkah pencegahan serupa.
"Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu.
Selain menerapkan langkah-langkah pencegahan, menurut dia, pemerintah Indonesia perlu meningkatkan koordinasi dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat guna mengantisipasi dampak penularan virus Nipah.
Virus Nipah adalah virus patogenik. Virus ini awalnya menular dari binatang seperti kelelawar dan babi ke manusia, tetapi sekarang bisa menular dari manusia ke manusia, antara lain melalui makanan yang terkontaminasi.
Di seluruh dunia, ada sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah dari tahun 1998 sampai 1999. Kasus infeksi ini mulanya ditemukan di Malaysia, tetapi kemudian dilaporkan terjadi pula di wilayah Bangladesh, India, Filipina, dan Singapura.
Menurut Prof. Tjandra, masa inkubasi virus Nipah antara empat dan 21 hari atau lebih lama. Gejala awalnya bisa seperti gejala flu, demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!