Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperkuat Karantina Kesehatan untuk Mencegah Virus Nipah

📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperkuat Karantina Kesehatan untuk Mencegah Virus Nipah Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penguatan karantina kesehatan sebagai langkah pencegahan masuknya virus Nipah ke Indonesia, menyusul temuan kasus di India sejak September tahun lalu.

"Memang controlling ketat itu paling penting. Jadi controlling ketat, maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat. Maka saya setiap ke airport di mana pun di Indonesia saya selalu ke Balai Karantina Kesehatan kita. Saya mau cek di Cengkareng itu, di Airport Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," kata dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Benjamin menjelaskan virus Nipah merupakan penyakit yang sangat infeksius dan memiliki tingkat kematian tinggi, meski jumlah kasusnya secara global relatif sedikit dan tidak seperti COVID-19.

Dia menyebutkan hingga saat ini terdapat dua kasus di India, dan pemerintah setempat telah menerapkan pengendalian ketat, termasuk pembatasan wilayah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Beberapa negara lain, seperti Thailand, juga memperketat pengawasan di bandara.

"Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya. Tapi India pun sudah langsung memblok karena mereka, kasusnya belum sampai 1.000 sih sejak tahun 1998. Jadi dia nggak seperti COVID, tapi kalau tertular sangat infeksius," ujarnya.

Dia menambahkan virus Nipah hingga saat ini belum terdeteksi masuk ke dalam negeri. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga melalui pengendalian yang ketat, terutama di pintu masuk negara.

Terkait gejala, dia menjelaskan virus Nipah umumnya ditandai dengan demam dan panas, namun dapat berkembang menjadi infeksi berat pada paru-paru yang menyebabkan pneumonia dengan tingkat kematian yang tinggi.

"Jadi sangat membahayakan. Tapi di seluruh India baru dua orang tuh dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspadalah. Oke ya," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.