Belajar dari Naskah Nusantara: Dompet Dhuafa Bedah Rahasia Filantropi Masa Lalu untuk Solusi Masa Kini
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 22:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohDalam kesempatan yang sama, Oman Fathurahman menegaskan peran Nusantara dalam membentuk peradaban global sejak abad ke-8 Masehi. Ia menyebut Nusantara tidak hanya dipengaruhi dunia Arab, tetapi juga memberi pengaruh balik terhadap cara berpikir dan cara hidup masyarakat Arab.
"Narasi yang harus diubah adalah bukan dunia Arab yang satu arah mempengaruhi Nusantara. Justru Nusantara sudah memengaruhi cara berpikir, cara hidup, dan cara berpengetahuan masyarakat Arab," tegas Oman.
Ia menjelaskan, rekonstruksi sejarah Nusantara sebelum abad ke-14 tidak bisa hanya bertumpu pada manuskrip lokal. Sumber-sumber Arab-Persia seperti ‘Ajā’ib al-Hind dan Rihlah al-Sīrāfī menjadi rujukan penting dalam memahami posisi Nusantara dalam peta dunia Islam abad pertengahan.
Menurut Oman, karya para geografer dan pelancong Arab-Persia menggambarkan Nusantara sebagai wilayah strategis yang dikenal luas sebagai "negeri di bawah angin". Fakta ini menunjukkan bahwa Nusantara telah lama menjadi bagian dari jaringan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui forum ini, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk mengembangkan filantropi berbasis nilai budaya dan sejarah. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya praktik filantropi modern agar tidak terlepas dari akar identitas bangsa.
Kolaborasi antara lembaga filantropi dan komunitas filologi ini juga membuka ruang baru dalam pengembangan pengetahuan publik. Diskusi naskah tidak lagi berhenti di ruang akademik, tetapi mulai diarahkan menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial masa kini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!