Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mourinho Siap Mengganggu Laju Madrid

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 07:07 WIB | Oleh:
Mourinho Siap Mengganggu Laju Madrid Doc: Javier SORIANO/ FILIPE AMORIM/AFP
Ket. Pelatih SL Benfica Jose Mourinho dan Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.

LISBON - Real Madrid membidik satu tujuan jelas saat bertandang ke markas Benfica di Estadio da Luz, Kamis (29/1) dini hari WIB. Madrid ingin langsung mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Namun, di hadapan mereka berdiri sosok lama yang tak pernah benar-benar dilupakan pendukung di Santiago Bernabeu, Jose Mourinho.

Pelatih veteran asal Portugal itu kini menukangi Benfica, dengan harapan yang kian menipis untuk meloloskan tim asuhannya ke fase play-off. Benfica bukan hanya wajib menang, tetapi juga berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka. Meski peluang tipis, Mourinho tak kekurangan motivasi. Harga diri dan kesempatan menghadapi mantan klub yang lama dilatihnya sudah cukup menjadi bahan bakar emosi.

Mourinho pernah menangani Real Madrid pada periode 2010–2013, masa penuh ketegangan ketika Los Blancos terus berada dalam bayang-bayang rival abadi Barcelona, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Meski sarat trofi domestik, Mourinho tak pernah membawa Madrid mengangkat Si Kuping Besar (julukan trofi Liga Champions), sebuah noda kecil dalam kariernya yang gemilang.

Di sisi lain lapangan, Real Madrid kini ditangani Alvaro Arbeloa, mantan bek yang merupakan “murid” Mourinho di Bernabeu. Arbeloa dikenal sebagai salah satu orang paling setia kepada pelatih asal Portugal tersebut. Namun, relasi masa lalu itu tak mencegah Mourinho melontarkan komentar pedas jelang laga.

“Bagi saya, mengejutkan ketika pelatih tanpa sejarah mendapat kesempatan melatih klub paling penting di dunia,” ujar Mourinho pekan lalu. Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sindiran atas penunjukan Arbeloa menggantikan Xabi Alonso.

Arbeloa, yang sebelumnya melatih tim cadangan Madrid dan menjadikan Los Blancos sebagai debutnya di level tim utama, merespons dengan elegan. “Kalian semua tahu apa arti Mourinho bagi saya. Jika pelatih seperti dia berbicara, saya mendengarkan dan menganalisisnya,” ujar Arbeloa.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Madrid, pria 43 tahun itu mengaku membawa Mourinho di dalam dirinya. Dia menyebut bekerja di bawah asuhan pelatih legendaris itu sebagai kehormatan. Namun, Arbeloa menegaskan tak ingin menjadi tiruan Mourinho. “Jika saya mencoba menjadi Jose Mourinho, akan gagal secara spektakuler,” ujarnya jujur.

Debut Arbeloa bersama Madrid memang pahit. Dia tersingkir dari Copa del Rey dikalahkan Albacete, tim kasta kedua. Namun, setelah itu, Madrid bangkit dengan tiga kemenangan beruntun, termasuk pesta gol 6-1 atas Monaco. Kini, Madrid duduk di peringkat ketiga klasemen fase liga. Kemenangan di Lisbon akan memastikan mereka lolos langsung ke 16 besar, menghindari play-off, sekaligus mengamankan keuntungan leg kedua di kandang.

Meski era Mourinho telah lama berlalu, sebagian ciri khasnya kembali terasa di Madrid, terutama sikap konfrontatif terhadap perangkat pertandingan di Spanyol. Mentalitas “kepung benteng” ala Mourinho kembali diadopsi, bahkan mendapat dukungan dari Presiden Florentino Perez. Penunjukan Arbeloa turut menghidupkan kembali beberapa prinsip permainan Mourinho, termasuk pendekatan serangan balik.

“Saya tidak bisa melawan apa yang alami dari para pemain. Saya harus memanfaatkannya,” ujar Arbeloa usai kemenangan atas Villarreal, mengisyaratkan Madrid akan tetap pragmatis. Bagi Mourinho, laga ini sarat nostalgia. Sejak meninggalkan Madrid padan tahun 2013, dia baru sekali menghadapi mantan klubnya itu. Mourinho kalah 1-2 bersama Manchester United di final Piala Super Eropa 2017.

Dalam beberapa tahun awal, namanya kerap dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Bernabeu. Namun, Florentino Perez tak pernah benar-benar membuka pintu untuk Mou. Perez sadar akan dampak negatif yang mungkin muncul.

Mourinho juga dikenang karena memanaskan rivalitas El Clasico ke level ekstrem. Initermasuk insiden kontroversial mencolok mata asisten Barcelona Tito Vilanova pada tahun 2011. Tekanan tinggi dan tuntutannya kala itu turut memecah ruang ganti Madrid.

Penurunan Karier

Sejak masa kejayaannya bersama Porto, Chelsea, dan Inter Milan, karier Mourinho cenderung menurun. Trofi Liga Eropa bersama Manchester United pada tahun 2017 menjadi pengecualian di tengah periode sulit, sebelum kiprah singkat dan tak terlalu gemilang di Tottenham, Roma, dan Fenerbahce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.