Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Sangeang Api Mengalami Peningkatan Gempa Vulkanik Dalam

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Sangeang Api Mengalami Peningkatan Gempa Vulkanik Dalam Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar laporan statistik aktivitas gempa di Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat selama periode 1-15 Januari 2026.

MATARAM – Badan Geologi melaporkan ada peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam di Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode terbaru pada 1–15 Januari 2026.

"Pemantauan secara instrumental menggunakan seismograf menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam mencapai 139 kali selama periode tersebut," kata Plt  Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan yang diterima di Mataram, NTB, Selasa (27/1).

Pada 1–15 Januari 2026, Badan Geologi mencatat ada 40 kali gempa hembusan, 139 kali gempa vulkanik dalam, 51 kali gempa tektonik lokal, dan 106 kali gempa tektonik jauh.

Lana menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan vulkanik dalam mengindikasikan ada pergerakan magma yang berkaitan dengan suplai di bawah permukaan Gunung Sangeang Api.

Berdasarkan catatan sejarah erupsi, Gunung Sangeang Api memiliki karakter letusan yang bersifat eksplosif. Potensi bahaya yang dapat ditimbulkan meliputi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta emisi gas beracun di sekitar kawasan puncak.

Meski potensi bahaya utama berada di area puncak, Badan Geologi mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan aliran lava dan lontaran material jika terjadi peningkatan aktivitas lanjutan.

"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental pada periode 1-15 Januari 2026 serta potensi ancaman bahaya, maka tingkat aktivitas Gunung Sangeang Api masih pada Level II atau waspada," papar Lana.

Lebih lanjut ia menyampaikan dalam tingkat aktivitas Level II tersebut masyarakat maupun wisatawan direkomendasikan agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Sangeang Api dan sektoral timur hingga tenggara sejauh 6,5 kilometer.

Masyarakat dan wisatawan harus selalu mewaspadai bahaya aliran piroklastik serta tidak diperbolehkan mendekati dan beraktivitas ke daerah, di antaranya Lembah Sori Wala dan Sori Mantau hingga mencapai pantai, serta pada Lembah Sori Boro dan Sori Oi.

Badan Geologi juga tidak memperbolehkan masyarakat, petani, dam wisatawan mendekati mendekati dan beraktivitas pada semua lembah sungai yang berhulu puncak Gunung Sangeang Api untuk menghindari potensi ancaman bahaya aliran lahar yang mungkin terjadi saat hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...
Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.