Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trauma Abah Ade dan Kampung yang Hilang dalam Semalam di Cisarua

📅 Senin, 26 Jan 2026, 18:38 WIB | Oleh:

Kehilangan keluarga, tetangga, dan lingkungan tempat tinggal yang selama ini menjadi ruang kebersamaan tak mudah dipulihkan dalam waktu singkat.

Bukan hanya tentang tanah yang longsor atau bangunan yang runtuh, tetapi tentang manusia yang harus belajar berdamai dengan kehilangan, setelah kampung yang mereka jaga bersama lenyap dalam satu malam.

20260126183311_180120.jpeg

Abah Ade (60) dengan luka di dahinya saat memberikan keterangan kepada pewarta di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Senin (26/1). Antara/Ilham Nugraha

Proses pencarian

Di tengah duka mendalam tersebut, proses pencarian korban terus dilanjutkan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Pada hari ketiga operasi pencarian, Senin (26/1), sebanyak 65 korban longsor masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Direktur Operasi Badan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan sembilan alat berat berupa excavator serta tujuh unit pompa air untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi yang dipenuhi lumpur dan material kayu.

Alat berat tersebut difokuskan untuk membuka akses, mengeruk material longsoran, serta membantu pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.

“Jadi, hari ketiga ini kita akan melakukan operasi seperti sebelumnya. Untuk hari ini, kita akan mengerahkan sembilan alat berat (excavator) dan tujuh alat alkon (pompa air),” ujarnya.

Pengerahan personel penuh

Selain alat berat, operasi SAR juga melibatkan hampir 1.000 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga unsur pemerintah daerah.

Sebanyak 12 ekor anjing pelacak K-9 yang merupakan bantuan gabungan dari kepolisian serta Kantor SAR Semarang, dilibatkan mencari sisa korban tertimbun.

Dalam pelaksanaannya, area pencarian dibagi ke dalam sejumlah sektor guna memaksimalkan efektivitas operasi. Wilayah pencarian dibagi menjadi sektor A di sisi timur dan sektor B di sisi barat, kemudian dipersempit lagi menjadi sub-sektor A1, A2, dan A3 berdasarkan hasil pemetaan serta laporan warga setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.