Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trauma Abah Ade dan Kampung yang Hilang dalam Semalam di Cisarua

📅 Senin, 26 Jan 2026, 18:38 WIB | Oleh:
Trauma Abah Ade dan Kampung yang Hilang dalam Semalam di Cisarua Doc: Antara/Abdan Syakura
Ket. Foto udara kondisi lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Minggu (25/1) pukul 10.00 WIB.

BANDUNG, JAWA BARAT - Abah Ade (60) tak pernah membayangkan minggu (25/1) malam itu akan menjadi batas terakhir antara kehidupan yang selama puluhan tahun ia jaga dan kenyataan pahit yang datang tanpa peringatan.

Tak pernah terlintas di benaknya, hujan syahdu yang turun sejak siang hari akan berubah menjadi petaka yang membekas dalam di hidupnya.

Seperti malam-malam sebelumnya, kawasan Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih diselimuti sunyi pegunungan, hingga dentuman alam memecah segalanya dalam hitungan detik.

Abah bercerita, ia terbangun dini hari karena rumahnya bergetar hebat dalam gelap serta suara gemuruh keras memecah keheningan, terdengar seperti helikopter atau pesawat besar yang melintas sangat rendah.

Ia segera keluar rumah dan melihat dari arah perbukitan bahwa air bah bercampur lumpur meluncur deras, membawa kayu, tanah, dan puing bangunan.

Semua terjadi dalam waktu sangat singkat, nyaris tanpa jeda bagi siapa pun untuk menyelamatkan diri.

“Suaranya besar sekali kayak gemuruh helikopter atau pesawat ada di atas rumah. Saya lihat langsung air turun dari atas,” ujar Abah Ade (60) mengenang peristiwa itu.

Sebagai Ketua RT 05 Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, nalurinya bergerak lebih cepat dari rasa takut dan berusaha menolong warga yang masih berada di dalam rumah.

Dalam kondisi gelap, hujan deras, dan arus yang terus meninggi, ia berlari menyusuri kampung yang perlahan lenyap di depan mata.

Di tengah hujan dan gelap, teriakan minta tolong terdengar bersahutan, tetapi derasnya arus membuat upaya penyelamatan tak berdaya.

Abah Ade menyaksikan sendiri sejumlah warganya yang meminta pertolongan, sebelum akhirnya menghilang di depan mata, terseret air bah bercampur lumpur.

“Saya melihat sendiri, minta tolong, lalu hilang begitu saja terbawa arus di depan mata saya,” katanya lirih.

Di wilayah RT 05 yang dihuni 23 kepala keluarga, bencana itu hanya menyisakan sedikit harapan karena hanya dua keluarga yang dilaporkan selamat.

Kampung yang selama ini dihuni puluhan tahun mendadak berubah menjadi hamparan lumpur tanpa batas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.