Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemhan Pasang 60 Instalasi Penjernih Air Siap Minum di Aceh Tamiang

📅 Senin, 26 Jan 2026, 08:17 WIB | Oleh:
Kemhan Pasang 60 Instalasi Penjernih Air Siap Minum di Aceh Tamiang Doc: antara foto
Ket. Pemasangan instalasi air siap minum di Aceh Tamiang, Aceh.

ACEH - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) memasang 60 unit instalasi penjernih air siap minum melalui reverse osmosis (RO) di sejumlah layanan fasilitas umum wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Komandan Satuan Tugas Air Bersih di wilayah Aceh Tamiang sekaligus Kepala Program Studi (Kaprodi) Informatika Unhan Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah mengatakan sebelum penyaluran instalasi, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan survei pemetaan untuk kebutuhan air bersih dan air minum di sekitar wilayah tersebut.

"Unhan sebagai think-tank-nya pertahanan sudah mendesain sustainable tentang kebutuhan air bersih di saat bencana. Inilah memang salah satu karya anak bangsa untuk membantu wilayah yang terkena dampak bencana," kata Kolonel Adam ditemui ANTARA di Aceh Tamiang, Minggu (25/1).

Kolonel Adam menuturkan motode RO merupakan karya dari dosen Unhan, mendesain agar air yang terdampak di wilayah bencana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau pun sebagai konsumsi.

Istalasi itu yang salah satunya dipasang di SDN 1 Tualang Cut di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed.

"Sejak 20 Desember 2025, kami sudah melaksanakan pemasangan titik-titik air. Tiga titik berada di Kabupaten Bener Meriah, sisanya ada di seputaran Aceh Tamiang," ujarnya.

Kolonel Adam mengatakan penyediaan air bersih dilakukan secara maraton atas arahan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan meninjau langsung wilayah yang paling membutuhkan agar warga segera memperoleh akses air layak konsumsi.

Ia menjelaskan, titik prioritas pemasangan instalasi difokuskan pada seluruh puskesmas di Aceh Tamiang karena kebutuhan air bersih sangat krusial bagi layanan kesehatan, terutama bagi pasien dan masyarakat terdampak banjir.

Selain fasilitas kesehatan, instalasi juga dipasang di sekolah, meunasah, masjid, perkantoran, hingga koramil terdampak, dengan perhatian khusus pada wilayah terisolir seperti Kampung Babo yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Adam menegaskan seluruh instalasi dihibahkan kepada pengelola setempat dan dilarang diperjualbelikan, dengan pengawasan serta pelatihan operator dilakukan agar alat terawat, berkelanjutan, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Di tempat yang sama, Dosen Prodi Fisika Universitas Pertahanan (Unhan) Dian Parwati Ningtyas sekaligus peneliti instalasi RO itu menjelaskan, teknologi RO bekerja memurnikan air melalui filtrasi dan tekanan tinggi sehingga menghasilkan air bebas bakteri dan virus, sekaligus menjaga parameter penting seperti pH netral, salinitas nol, dan total zat terlarut sesuai standar konsumsi.

"Jadi pada dasarnya Reverse Osmosis itu adalah pembalikan suatu nilai air, bagaimana kita mengembalikan esensi air itu menjadi jernih, menjadi murni lagi melalui beberapa teknik," ujar Dian.

Ia menyebut sistem RO dilengkapi sensor Total Dissolved Solids (TDS) dan pengujian laboratorium tersertifikasi untuk memastikan air aman diminum maupun digunakan mandi dan mencuci, dengan kualitas yang terus dipantau secara berkala.

"Terutama untuk air minum kita menjaga pH-nya selalu netral antara 6,5 hingga 7 ya. Kemudian masalah salinitas, karena untuk konsumsi jadi diharapkan masyarakat itu tidak meminum air yang koagulan asinnya tinggi," bebernya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.