Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! BMKG Prediksi Banjir Rob dan Hujan Ekstrem di Jawa Barat Saat Lebaran

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! BMKG Prediksi Banjir Rob dan Hujan Ekstrem di Jawa Barat Saat Lebaran Doc: Antara
Ket. Situasi arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemudik dan masyarakat umum untuk mewaspadai potensi banjir rob hingga hujan lebat yang diprediksi terjadi saat puncak masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Maret 2026 ini.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu di Bandung, Kamis (19/3), mengungkapkan ancaman banjir pesisir itu diprediksi muncul pada 19 Maret dan 22 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan jarak terdekat bumi-bulan (perigee).

Selain rob, pemudik di Jawa Barat diminta mengatur waktu perjalanan pada pagi hingga siang hari guna menghindari hujan lebat yang dominan turun pada sore dan malam hari.

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," ujar Rahayu.

BMKG memetakan wilayah dengan curah hujan tinggi selama periode Lebaran meliputi Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian Sumedang, dan Subang bagian tenggara.

Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Risiko Gerakan Tanah

Senada dengan BMKG, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menegaskan bahwa musim hujan yang masih berlangsung meningkatkan risiko gerakan tanah di lereng curam dan batuan vulkanik lapuk.

"Ada lima titik rawan longsor di Jawa Barat yang perlu diwaspadai, yakni Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut," kata Hadi.

PVMBG memberikan peringatan khusus bagi pemudik yang melintasi Jalur Puncak, Jalan Raya Cibadak-Sukabumi, jalur Garut Selatan, serta rute wisata Lembang-Maribaya-Subang.

Jalur-jalur tersebut dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda awal longsor seperti munculnya retakan pada lereng, guguran batu kecil, hingga pohon yang mulai miring.

Pemudik disarankan tetap menggunakan jalur utama, menghindari berhenti di bawah tebing saat hujan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan jika terjadi pengalihan jalur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.