Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jumlah Desa Terdampak Banjir di Pati Berkurang Jadi 58 Desa

📅 Senin, 26 Jan 2026, 11:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jumlah Desa Terdampak Banjir di Pati Berkurang Jadi 58 Desa Doc: ANTARA
Ket. Kondisi banjir yang terjadi di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

PATI – Jumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai berkurang seiring dengan menurunnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, dari sebelumnya mencapai 60 desa kini tersisa 58 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya di Pati, Senin (26/1), penurunan jumlah desa terdampak tersebut berdasarkan hasil pendataan terbaru.

"Data sebelumnya pada Rabu (21/1) tercatat ada 60 desa di tujuh kecamatan yang terdampak. Sedangkan hasil pendataan Sabtu (24/1) jumlahnya berkurang menjadi 58 desa," ujarnya.

Ia menjelaskan sejak awal kejadian banjir pada 9 Januari 2026, banjir sempat melanda hingga 136 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Namun, secara bertahap jumlah wilayah terdampak terus berkurang seiring dengan menurunnya curah hujan di Kabupaten Pati dan sekitarnya.

Adapun sebaran desa terdampak saat ini meliputi Kecamatan Pati sebanyak tujuh desa, Kecamatan Juwana 17 desa atau berkurang dari sebelumnya 23 desa, Kecamatan Kayen lima desa, Kecamatan Jakenan delapan desa, Kecamatan Sukolilo tiga desa, Kecamatan Dukuhseti lima desa, serta Kecamatan Gabus 13 desa.

Sementara itu, jumlah rumah terdampak banjir tercatat sebanyak 6.883 rumah dengan total 9.170 keluarga atau sekitar 25.698 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 562 keluarga atau 1.335 jiwa yang tersebar di sejumlah tempat umum maupun mengungsi ke rumah saudara atau kerabat yang tidak terdampak banjir.

Dalam rangka penanganan cepat dampak bencana, BPBD Kabupaten Pati terus melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, terutama terkait penyiapan lokasi evakuasi bagi para pengungsi.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak, BPBD bersama instansi terkait juga telah mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan yang terdampak banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.