Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1.596 Petugas Diterjunkan dalam Penanganan Krisis Sampah di Kota Bandung

📅 Senin, 26 Jan 2026, 23:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
1.596 Petugas Diterjunkan dalam Penanganan Krisis Sampah di Kota Bandung Doc: Antara

Kota Bandung - Pemerintah Kota Bandung menerjunkan sebanyak 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah yang akan ditempatkan di setiap rukun warga (RW) sebagai upaya mempercepat penanganan krisis pengelolaan sampah di Kota Kembang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan program tersebut dipercepat menyusul kondisi darurat pengelolaan sampah, terutama setelah pelarangan penggunaan insinerator.

“Waktunya memang dipercepat karena kita sedang mengalami krisis pengelolaan sampah. Setelah insinerator dilarang, kita memilih fokus pada penanganan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga dan tingkat RW,” kata Farhan di Bandung, Senin.

Melalui program tersebut, Pemkot Bandung merekrut 1.596 orang yang bertugas guna memastikan sampah rumah tangga telah terpilah antara organik dan nonorganik sejak dari sumbernya.

“Setiap pagi petugas akan mengetuk pintu rumah warga untuk memastikan sampah sudah terpilah. Sampah organik akan dibawa dan diolah di titik-titik pengolahan yang telah ditentukan di tingkat kelurahan,” katanya.

Farhan menyebutkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti saat ini berada pada status sangat kritis berdasarkan peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Upaya ini bukan hanya soal mengangkut sampah, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar persoalan sampah selesai di level RW,” katanya.

Farhan mengungkapkan hingga saat ini sekitar 900 petugas telah direkrut, sementara sekitar 300 lainnya masih dalam proses seleksi. Dari lebih 1.600 pendaftar, sekitar 400 orang dinyatakan tidak lolos.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan petugas pemilah dan pengolah sampah bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, menyediakan layanan pengumpulan dan pengolahan sampah organik berkelanjutan, mengurangi volume sampah ke TPS dan TPA, serta memperkuat kawasan bebas sampah.

Saat ini Kota Bandung menghasilkan rata-rata 1.500 ton sampah per hari, dengan 30 hingga 40 persen di antaranya berupa sampah organik.

“Petugas pengolah sampah nantinya akan menjadi ujung tombak layanan pengelolaan sampah di tingkat RW,” kata Darto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

22 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.