Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Bandung Ungkap Literasi Keuangan Penting untuk Kebebasan Finansial

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Ungkap Literasi Keuangan Penting untuk Kebebasan Finansial Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kebebasan finansial tidak dapat diraih secara instan tanpa dibekali pemahaman yang kuat mengenai pengelolaan keuangan.

Hal tersebut disampaikannya pada Seminar Kebebasan Finansial Melalui Entrepreneurship dan Bisnis yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Graha Sanusi, Sabtu (24/1).

“Kebebasan finansial tidak didapatkan dengan cara yang bebas. Kebebasan finansial harus diawali dengan modal bahwa kita harus memiliki literasi finansial. Tanpa literasi finansial maka semua itu tidak akan berguna,” ujar Wali Kota Farhan.

Ia meminta para profesional agar sejak dini menyiapkan strategi keuangan jangka panjang, termasuk dengan mempertimbangkan kewirausahaan maupun pemilihan instrumen investasi yang tepat setelah masa produktif berakhir.

“Yang sekarang sedang asyik menjadi profesional harus mempersiapkan ketika saatnya selesai nanti ada bentuk kewirausahaan atau memilih produk dan instrumen investasi finansial yang pas,” kata dia.

Wali Kota Farhan menekankan pentingnya kemampuan mengelola tabungan agar tidak habis dalam waktu singkat, sekaligus dapat meninggalkan warisan finansial bagi generasi berikutnya.

Menurut dia, produktivitas seseorang tidak berlangsung selamanya sehingga perlu strategi untuk tetap bertahan secara ekonomi.

“Panjang umur belum tentu produktif. Produktivitas inilah yang mesti kita incar. Kadang-kadang memang kita harus menciptakan kolam-kolam untuk mendapatkan ikan bagi kehidupan sehari-hari,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Farhan juga memaparkan kondisi kemiskinan di Kota Bandung yang terus menunjukkan tren penurunan.

Pada semester pertama 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 3,78 persen atau setara dengan sekitar 99 ribu orang. Namun, ia mengingatkan bahwa garis kemiskinan justru mengalami kenaikan.

“Untuk masuk kategori miskin saja, Anda harus punya pendapatan minimal Rp644.000 per bulan. Artinya, per hari daya beli kita itu maksimum Rp35.000,” tutur dia.

Ia menilai edukasi finansial menjadi sangat relevan di tengah tantangan menurunnya daya beli dan meningkatnya risiko kelumpuhan finansial perorangan. Terlebih, generasi muda saat ini menghadapi kesulitan besar untuk memiliki hunian layak. Sedangkan sektor informal dan gig worker semakin mendominasi pasar kerja.

“Kelas menengah ini harus kuat secara finansial. Dan kunci kekuatan finansial dari kelas menengah adalah kebebasan finansial,” tutur Wali Kota Farhan.

Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.