Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Rebana Dibidik Jadi Lumbung Perawat Bersertifikat untuk Menembus Pasar Jepang

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Rebana Dibidik Jadi Lumbung Perawat Bersertifikat untuk Menembus Pasar Jepang Doc: Antara
Ket. Situasi pertemuan tindak lanjut kerja sama Pemprov Jabar dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di SMK Negeri 1 Mundu, Cirebon, Rabu (21/1).

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memproyeksikan kawasan Rebana sebagai pusat pencetak tenaga perawat lansia atau caregiver bersertifikat untuk menembus pasar Jepang, sekaligus mengubah status pekerja migran Indonesia (PMI) dari sektor domestik menjadi tenaga profesional.

Berdasarkan keterangan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat di Bandung, Sabtu (24/1), transformasi ini dinilai mendesak mengingat tingginya permintaan pasar global dan domestik yang berbanding terbalik dengan ketersediaan tenaga terlatih. Berdasarkan data tahun 2024, populasi lansia di Jawa Barat telah menyentuh angka 5,3 juta jiwa atau 11,25 persen.

Angka tersebut bahkan melonjak di atas 17 persen melebihi rata-rata provinsi khusus di wilayah Kabupaten Sumedang, Kuningan, dan Majalengka. Ironisnya, tingginya angka penuaan penduduk ini belum diimbangi dengan layanan perawatan profesional.

"Saat ini, lebih dari 80 persen perawatan lansia di Indonesia masih dibebankan kepada keluarga yang tidak terlatih," kata Peneliti Ahli Pertama BP2D Provinsi Jawa Barat, Hana Riana Permatasari.

Merespons ketimpangan tersebut, kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Sumedang, dan Kuningan disiapkan menjadi motor utama penyedia tenaga kerja terampil.

Langkah strategis ini diperkuat melalui sinergi antara Pemprov Jabar dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang disepakati dalam tindak lanjut kerja sama di SMK Negeri 1 Mundu, Cirebon, Rabu (21/1).

Tercatat, saat ini terdapat 33 SMK di kawasan tersebut yang telah memiliki konsentrasi keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver.

Fokus utama sinergi Jabar-BRIN ini adalah mendorong transformasi PMI yang selama ini identik dengan pembantu rumah tangga (house maid) menjadi tenaga kerja perawatan profesional (care worker).

Guna menjamin kualitas dan legalitas tenaga kerja, kedua belah pihak tengah merumuskan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur standar kompetensi serta perlindungan kerja pengasuh.

Pemprov Jabar dan BRIN juga sepakat mengakselerasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Caregiver berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta memperluas Tempat Uji Kompetensi (TUK) di wilayah Pantura.

Skema pendidikan pun akan diintegrasikan, menghubungkan pendidikan formal di SMK dengan jalur pelatihan cepat melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), yang diharapkan tidak hanya menjadikan Jawa Barat sebagai pusat ekonomi perawatan global, namun juga memastikan lansia di dalam negeri mendapatkan perawatan yang bermartabat dan berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.