Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Dilanda Badai Musim Dingin, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 10:08 WIB | Oleh:

Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, lebih dari 13.000 penerbangan dibatalkan pada hari Sabtu dan Minggu di seluruh AS. Pembatalan hari Minggu, yang masih terus bertambah, menjadi yang terbanyak dalam satu hari sejak pandemi Covid-19, menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium.

Semua penerbangan hari Sabtu dibatalkan di Bandara Internasional Will Rogers di Oklahoma City, dan semua penerbangan Minggu pagi juga dibatalkan, karena para pejabat bermaksud memulai kembali layanan pada Minggu siang di bandara terbesar Oklahoma tersebut.

Bandara Internasional Dallas–Fort Worth, sebuah pusat penerbangan utama, mengalami pembatalan lebih dari 700 penerbangan keberangkatan pada hari Sabtu dan hampir sebanyak itu pula penerbangan kedatangan yang dibatalkan. Gangguan juga menumpuk di bandara-bandara di Chicago, Atlanta, Nashville, dan Charlotte, Carolina Utara.

Menjelang Sabtu sore, hampir semua penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada hari Minggu telah dibatalkan.

Peringatan Badai Es Terbesar

Para pejabat di Georgia menyarankan warga di wilayah utara negara bagian itu untuk meninggalkan jalan raya sebelum matahari terbenam pada hari Sabtu dan bersiap untuk tetap berada di tempat mereka setidaknya selama 48 jam.

Will Lanxton, ahli meteorologi senior negara bagian, mengatakan Georgia bisa mengalami "mungkin badai es terbesar yang kita perkirakan dalam lebih dari satu dekade" yang diikuti oleh suhu dingin yang tidak biasa.

“Es itu benar-benar berbeda dengan salju,” kata Lanxton. “Es, Anda tidak bisa melakukan apa pun dengannya. Anda tidak bisa mengemudi di atasnya. Kemungkinan besar akan merobohkan tiang listrik dan pohon.”

Menurut Komisaris Departemen Transportasi Georgia, Russell McMurry, para pekerja mulai menangani jalan raya dengan larutan garam setelah tengah malam pada hari Sabtu, dengan 1.800 pekerja yang bekerja dalam shift 12 jam.

Suhu Dingin Ekstrem

Wilayah Midwest mengalami suhu dingin hingga minus 40 derajat Fahrenheit (minus 40 derajat Celcius), yang berarti radang dingin dapat terjadi dalam waktu 10 menit. Suhu minus 36 derajat Fahrenheit (minus 38 derajat Celcius) yang tercatat di Rhinelander, Wisconsin, pada Sabtu pagi merupakan suhu terdingin dalam hampir 30 tahun.

Di Minneapolis, gelombang dingin ekstrem terburuk telah berlalu, tetapi para pengunjuk rasa yang menyerukan agar Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS meninggalkan Minnesota pada hari Sabtu masih menghadapi suhu luar ruangan minus 6 derajat Fahrenheit (minus 21 derajat Celsius).

Para pekerja dari The Orange Tent Project , sebuah organisasi nirlaba di Chicago yang menyediakan tenda untuk cuaca dingin dan perlengkapan lainnya kepada para tunawisma di seluruh kota, turun ke lapangan untuk memeriksa mereka yang tidak memiliki atau tidak mampu mencari tempat berlindung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

37 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.