Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Marcos Jr Kembali Digugat untuk Dimakzulkan

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:20 WIB | Oleh:
  Presiden Marcos Jr Kembali Digugat untuk Dimakzulkan Doc: AFP/Mohd Rasfan
Ket. Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr

MANILA - Anggota kelompok masyarakat sipil Filipina mengajukan pengaduan pemakzulan terhadap Presiden Ferdinand Marcos pada Kamis (22/1), menuduhnya telah secara sistematis menipu wajib pajak hingga miliaran dollar untuk proyek pengendalian banjir fiktif.

Kemarahan atas apa yang disebut proyek infrastruktur fiktif telah meningkat selama berbulan-bulan di negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa ini, di mana seluruh kota terkubur dalam banjir yang disebabkan oleh topan dahsyat pada tahun lalu.

Pengajuan gugatan pada hari Kamis, yang didukung oleh blok Makabayan, sebuah koalisi partai politik sayap kiri, menuduh Marcos Jr mengkhianati kepercayaan publik dengan memasukkan proyek-proyek ke dalam anggaran nasional yang bertujuan untuk mengalihkan dana kepada sekutu-sekutunya.

Salinan pengaduan tersebut telah diajukan ke Kantor Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan peraturan DPR, kata para pemohon pada Kamis, meskipun pejabat yang bersangkutan tidak hadir untuk menerimanya sendiri.

"Presiden melembagakan mekanisme untuk menyalahgunakan lebih dari 545,6 miliar peso (US$9,2 miliar) dana pengendalian banjir, mengarahkannya ke tangan kroni dan kontraktor yang disukai, dan mengubah kas negara menjadi dana perang pribadi untuk pemilihan umum (paruh waktu) 2025," demikian ringkasan berkas yang dilihat oleh AFP.

Tuduhan itu juga menyebutkan presiden secara langsung meminta suap, sebuah tuduhan yang sangat bergantung pada dugaan yang belum terbukti yang dibuat oleh seorang mantan anggota kongres yang melarikan diri dari negara itu saat sedang dalam penyelidikan.

"Keterlibatan Presiden dalam skema korupsi besar-besaran membuat pemakzulan diperlukan untuk meminta pertanggungjawabannya. Rakyat telah dirampok berulang kali dan secara sistematis," demikian bunyi ringkasan tersebut.

Marcos Jr secara konsisten menyatakan bahwa dialah yang mengangkat isu proyek fiktif ke permukaan dan mengklaim berjasa mendorong penyelidikan yang telah melibatkan puluhan pemilik perusahaan konstruksi, pejabat pemerintah, dan anggota parlemen.

Namun, pelapor Liza Maza mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa dia yakin langkah-langkah tersebut hanya bertujuan untuk mengalihkan kesalahan.

"Kami pikir penyelidikan yang dia mulai hanyalah upaya menutup-nutupi," kata dia. "Karena kenyataannya, dialah kepala dari korupsi ini."

Pengaduan pada Kamis adalah yang kedua yang diajukan terhadap Marcos Jr pekan  ini, setelah seorang pengacara setempat mengajukan kasus yang mengutip penangkapan dan pemindahan mantan Presiden Rodrigo Duterte ke Mahkamah Pidana Internasional tahun lalu, serta tuduhan penyalahgunaan narkoba yang belum terbukti.

Berdasarkan Konstitusi Filipina, setiap warga negara dapat mengajukan pengaduan pemakzulan asalkan didukung oleh salah satu dari lebih dari 300 anggota Kongres.

Dennis Coronacion, ketua departemen ilmu politik di Universitas Santo Tomas Manila, mengatakan kepada AFP pada Kamis bahwa pengaduan baru tersebut kemungkinan besar tidak akan membuahkan hasil di Kongres yang dipenuhi oleh sekutu Marcos Jr.

"Rancangan undang-undang ini memiliki peluang yang sangat kecil untuk mendapatkan persetujuan dari Komite Kehakiman DPR dan (bahkan lebih kecil) lagi di sidang pleno, karena presiden masih menikmati dukungan dari anggota DPR," kata Coronacion.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.