Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes: Indonesia Butuh 280 Ribu Dokter

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 00:45 WIB | Oleh:
Menkes: Indonesia Butuh 280 Ribu Dokter  Doc: Humas Kemenkes
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan Indonesia masih kekurangan ratusan ribu dokter sehingga membutuhkan langkah besar mengejar ketertinggalan pelayanan kesehatan nasional. Karena itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menargetkan rasio ideal dokter dan penduduk sebesar 1 banding 1.000.

“Kita memang kekurangan dokter dan bukan hanya jumlahnya, tapi distribusinya juga belum baik. Dua-duanya harus kita atasi,” kata Menkes Budi kepada wartawan di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (22/1).

Menkes Budi menjelaskan, kekurangan dokter tercermin dari kebijakan Surat Izin Praktik yang memperbolehkan dokter membuka praktik hingga tiga lokasi berbeda. "Kenapa SIP dokter boleh tiga?, karena dokternya kurang, kalau cukup, ya satu tempat saja,” ujar dia.

Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan profesi lain. Menkes Budi menilai wartawan tak boleh bekerja di banyak media, sementara dokter diizinkan praktik di tempat karena kekurangan tenaga.

“Wartawan kan nggak boleh kerja di Kompas, Detik, dan media lain sekaligus, tapi dokter boleh praktik di tiga tempat. Artinya apa? jumlahnya memang kurang,” ujar dia.

Karena itu, Menkes Budi menilai jumlah dokter di Indonesia idealnya perlu ditingkatkan hingga tiga kali lipat. Persoalan ini, lanjut dia, juga telah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo sudah melihat ini. Jumlah dokter kita memang kurang, jadi harus dibuka lebih banyak akses pendidikan kedokteran, tentu tanpa mengurangi kualitas,” kata dia.

Ia memaparkan, untuk mencapai rasio minimal 1 dokter per 1.000 penduduk. Ia menyebut Indonesia setidaknya membutuhkan 280 ribu dokter.

“Target minimal kita 1 per seribu. Itu saja sudah butuh 280 ribu dokter. Kalau rata-rata dunia, bahkan 1,76 per seribu,” kata Menkes Budi, merujuk data World Bank dan WHO.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, pada 20 Januari 2026 lalu.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengajak universitas-universitas Inggris membuka kampus di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran serta sains dan teknologi. Hal ini guna mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.