Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jembatan Mahulu Dua Kali Ditabrak Tongkang Batubara, Pengamat: Ada Masalah Serius, Perlu Audit Investigasi!

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jembatan Mahulu Dua Kali Ditabrak Tongkang Batubara, Pengamat: Ada Masalah Serius, Perlu Audit Investigasi! Doc: istimewa
Ket. ilustrasi tabrakan tongkang batubara pada jembatan Mahakam Hulu (Mahulu), Kalimantan Timur

JAKARTA-Berulangnya tabrakan tongkang batubara di jembatan Mahakam Hulu (Mahulu), Kalimantan Timur mengindikasikan adanya masalah serius pada tata kelola pelayaran di alur sungai Mahulu. Karenanya perlu dilakukan audit independen untuk mencegah masalah serupa di ke depannya.

Demikian ditegaskan Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), Dr Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa merespon dua tabrakan terbaru di jembatan Mahulu. Menurutnya itu sebagai peringatan keras terhadap sistem pelayaran di alur sungai Mahulu.

"Perlu secepatnya dilakukan audit investigatif independen yang melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan para pakar maritim,"tegasnya, Jumat (23/1).

 Dia menerangkan, nantinya audit ini tidak boleh hanya berhenti pada kesalahan kru kapal (human error), tetapi harus mengevaluasi tanggung jawab korporasi pemilik tongkang serta akuntabilitas regulator dalam menjaga keselamatan aset publik.

"Jangan menunggu jembatan ini runtuh dan memakan korban jiwa sebelum melakukan langkah radikal dalam perbaikan sistem pelayaran sungai kita,"ungkapnya.

 Sebagai gambaran, jembatan Mahakam Ulu menjadi salah satu nadi penyeberangan logistik bagi Kota Samarinda telah dua kali dihadapkan pada permasalahan ditabrak tongkang dalam kurun waktu singkat.

Menurut Capt. Marcellus kejadian berulang ini sebagai peringatan serius.

Hal ini mengonfirmasi adanya kerentanan akut pada sistem keselamatan pelayaran di alur Sungai Mahakam.

Secara teoretis, dalam manajemen risiko maritim, sebuah kecelakaan jarang terjadi karena faktor tunggal. Menurutnya, ini adalah manifestasi dari konsep "Swiss Cheese Model" di mana terdapat kegagalan berlapis dalam sistem keselamatan.

"Berbagai lapisan pertahanan terhadap kecelakaan mulai dari regulasi, pengawasan, operator, hingga teknis operasional semuanya malah memiliki peran dalam menyebabkan kecelakaan,"paparnya

Marcellus menduga adanya kegagalan mitigasi dan antisipasi arus yang menyebabkan insiden tabrakan berulang. Terdapat indikasi kuat terjadinya ketidakseimbangan antara beban tongkang yang masif dengan kapabilitas manuver kapal penariknya.

Dia juga menyoroti lemahnya penegakan standar operasional prosedur dan pengawasan secara langsung.

Pengawasan dari Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Dinas Perhubungan perlu dipertanyakan efektivitasnya, terutama dalam pemberian izin olah gerak dan penerapan Vessel Traffic Management System (VTMS) atau Sistem Manajemen Lalu Lintas Kapal.

"Fakta bahwa insiden ini terjadi dua kali dalam waktu singkat mengindikasikan bahwa Standard Operating Procedure (SOP) yang ada hanyalah macan kertas," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Luar Negeri
KJRI San Francisco Peringat...
Nasional
BMKG: Gempa Susulan di Flor...
Olahraga
Aldila Melaju Mudah ke Pere...
Megapolitan
Mahasiswa Sampaikan Aspiras...
Nasional
DPR Menyetujui 14 Calon Hak...
Nasional
DPR dan Pemerintah Bahas RU...
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.