Imbas Banjir Jakarta Akibat Cuaca Ekstrem, Sekolah Terapkan Full PJJ hingga 28 Januari
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 08:50 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipatif dengan menginstruksikan seluruh sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama periode cuaca ekstrem yang melanda wilayah ibu kota.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 9/SE/2026, yang mengatur penyesuaian kegiatan belajar demi menjaga keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran mulai Jumat, 23 Januari 2026 hingga 28 Januari 2026 dilaksanakan sepenuhnya secara daring.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya intensitas hujan yang memicu genangan, banjir, hingga gangguan mobilitas di sejumlah wilayah Jakarta, sehingga berpotensi menghambat aktivitas sekolah jika pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan.
Secara kebijakan, keputusan PJJ ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas, tanpa sepenuhnya menghentikan proses belajar mengajar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski dilakukan dari rumah, sekolah tetap diminta memastikan materi pembelajaran berjalan efektif, adaptif, dan tidak membebani siswa secara berlebihan, terutama bagi mereka yang terdampak langsung kondisi cuaca.
Namun, kebijakan ini juga kembali menyoroti tantangan klasik PJJ, mulai dari kesenjangan akses internet hingga kesiapan metode pembelajaran daring di tiap sekolah.
Karena itu, Dinas Pendidikan menekankan fleksibilitas dalam pelaksanaan, agar tujuan utama—keberlanjutan pendidikan di tengah cuaca ekstrem—tetap tercapai tanpa menambah tekanan bagi siswa maupun orang tua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pendekatan yang lebih luwes ini, Pemprov DKI berharap aktivitas pendidikan tetap berjalan sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil, sekaligus menjadi pengingat bahwa sistem pendidikan perlu semakin adaptif menghadapi risiko iklim yang kian sering terjadi.
Seperti diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan pada Jumat (23/1) pagi.
"Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut dia, pada Kamis (22/1) malam banjir sempat menggenangi 132 RT. Kemudian berangsur surut dan pada Jumat dinihari tinggal 106 RT yang terendam banjir.
Namun, pada Jumat pagi banjir kembali meluas dengan menerjang 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
"Untuk di Jakarta Pusat dipastikan sudah surut," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!