Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Sumenep Tangani 70 Kasus Demam Berdarah

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 11:34 WIB | Oleh:
Dinkes Sumenep Tangani 70 Kasus Demam Berdarah Doc: Istimewa
Ket. Jumlah kasus terbanyak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Ambunten, Kalianget, dan Puskesmas Pamolokan.

SUMENEP - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menangani sebanyak 70 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama periode 1-22 Januari 2026.

"Jumlah kasus DBD ini sesuai dengan laporan yang disampaikan petugas medis dari berbagai pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri di Sumenep, Jumat (23/1).

Dikutip dari Antara, ia menjelaskan, dari data itu jumlah kasus terbanyak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Ambunten, Kalianget, dan Puskesmas Pamolokan.

"Sesuai dengan laporan yang disampaikan kepada Dinkes Sumenep, jumlah kasus di tiga puskesmas tersebut masing-masing sebanyak enam orang dan hingga saat ini sebagian masih menjalani perawatan," katanya.

Achmad Syamsuri lebih lanjut menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan kepada para petugas medis di berbagai kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya berperilaku hidup sehat.

Dinkes juga mengimbau agar segera dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan pembersihan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Yang prioritas adalah di sekitar tempat kejadian di mana ada warga positif terserang DBD," katanya.

Selain itu, Syamsuri juga diminta agar menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan obat anti nyamuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD.

Kabupaten Sumenep termasuk salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah kasus DBD yang tinggi.

Menurut data Dinkes P2KB Sumenep, sepanjang 2025 warga di kabupaten paling timur di Pulau Madura ini yang terdata positif terserang penyakit DBD sebanyak 1.159 orang dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 11 orang.

Sebelumnya pada 2024 warga yang terdata positif terserang DBD sebanyak 1.243 orang dengan jumlah korban meninggal dunia 10 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.