Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pramono: Bank Pembangunan Daerah Jangan Diintervensi Politik

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 05:10 WIB | Oleh:
Pramono: Bank Pembangunan Daerah Jangan Diintervensi Politik Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya profesionalisme dalam mengelola Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar mampu bertahan dan bersaing di tengah dinamika ekonomi nasional ataupun global. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1).

Forum yang mengusung tema “Resiliensi, Endurance, dan Daya Tahan BPD di Tengah Perubahan” itu dihadiri perwakilan dewan komisaris BPD dari berbagai daerah. Pramono menyebut forum tersebut sebagai ruang strategis untuk memperkuat peran bank daerah sebagai motor penggerak ekonomi regional.

Menurut Pramono, BPD memiliki posisi penting dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan penguatan ekonomi lokal. Maka,penguatan permodalan, tata kelola, serta pengawasan harus menjadi prioritas bersama.

“BPD memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Karena itu, penguatan BPD perlu terus didorong melalui permodalan yang memadai, kolaborasi yang solid, serta pengawasan aktif dari Dewan Komisaris,” ujarnya.

Pramono secara tegas minta pemerintah daerah menghentikan praktik intervensi berlebihan terhadap manajemen BPD. Dia menilai campur tangan politik dan kepentingan nonprofesional menjadi salah satu faktor yang menghambat kemajuan bank daerah.

“Jika ingin BPD maju, pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus intervensi. Selama masih ada cawe-cawe, BPD tidak akan berkembang. Profesionalisme adalah kata kuncinya,” tegas Pramono.

Dia mencontohkan pola pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan seleksi berbasis kompetensi.

Pemprov, kata dia, memberikan ruang kerja yang luas kepada jajaran direksi dan komisaris yang dipilih secara profesional untuk menjalankan fungsi bisnis secara optimal.

Pramono juga menyinggung kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional yang mencapai sekitar 16,39 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan peran ekonomi yang besar tersebut, pengelolaan BUMD dan bank daerah secara sehat dinilai menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Pramono berharap Rakernas FKDK BPDSI dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan di tiap-tiap daerah. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan Dewan Komisaris sekaligus meningkatkan sinergi antara BPD dan pemerintah daerah.

“Saya berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan bernilai tambah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.