Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tempe Bisa Jadi Senjata Diplomasi Wujudkan Indonesia Ibu Kota Kebudayaan Dunia

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tempe Bisa Jadi Senjata Diplomasi Wujudkan Indonesia Ibu Kota Kebudayaan Dunia Doc: ANTARA
Ket. Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud Undri S.S menjelaskan misi pemerintah untuk membawa tempe menyabet gelar warisan budaya takbenda dari UNESCO dalam Seminar Budaya Tempe 2025 di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan menilai bahwa tempe dapat menjadi sebuah senjata diplomasi budaya untuk mewujudkan Indonesia menjadi ibu kota kebudayaan dunia.

“Kami berupaya agar nilai-nilai penting kebudayaan Indonesia dapat dikenal dan dipahami secara luas oleh masyarakat global,” kata Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud Undri S.S dalam Seminar Budaya Tempe 2025 di Jakarta, Jumat.

Undri menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan ingin memperkuat posisi strategis serta kontribusi Indonesia dalam membangun peradaban dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan diplomasi budaya dalam rangka memperkenalkan kebudayaan serta kearifan lokal yang ada dalam masyarakat.

Dari sisi gastronomi misalnya, di mana tempe didorong untuk menyabet gelar warisan budaya takbenda dari UNESCO.

Tempe diperkenalkan sebagai ekspresi dari kearifan lokal. Proses pembuatannya yang dilakukan secara turun-temurun di lingkungan rumah tangga mencerminkan nilai gotong royong, hubungan harmonis antara manusia dengan alam serta pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Makanan itu disebut berakar kuat dalam kebudayaan masyarakat Jawa sekitar abad ke-17, khususnya di wilayah Matraman seperti Yogyakarta dan Surakarta.

Catatan tertua mengenai tempe tercantum dalam Serat Centhini, naskah sastra klasik Jawa yang menyebutkan tempe sebagai makanan masyarakat sehari-hari.

Sebelumnya, dalam acara yang sama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo turut menyampaikan bahwa tempe memiliki potensi besar untuk dikenal dunia.

Adanya pergeseran tren untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan hadirnya gaya hidup yang lebih sehat seperti vegan, memperbesar peluang tempe untuk dikenal dan dinikmati oleh lebih banyak orang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud Endah Tjahjani Dwirini menyampaikan bahwa usulan tempe sebagai warisan budaya takbenda saat ini sedang dikaji oleh UNESCO.

Kementerian Kebudayaan pun turut aktif memperkenalkan tempe ke warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia. Misalnya, ketika menyelenggarakan acara-acara kenegaraan yang mengundang banyak delegasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.