Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Pemerintah Intervensi Terkait Meroketnya Harga Daging Sapi

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 14:15 WIB | Oleh:
DPR Minta Pemerintah Intervensi Terkait Meroketnya Harga Daging Sapi  Doc: RRI Banten/Ridwan Maulana

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, mendorong, pemerintah segera melakukan intervensi atas tingginya harga daging sapi karena meroketnya harga daging sapi di pasaran saat ini semakin dikeluhkan para pedagang.

Menurut politikus PKB ini, keluhan pedagang daging sapi kini semakin meluas, khususnya di wilayah Jabodetabek. Bahkan, para pedagang mulai mewacanakan mogok jualan secara massal.

“Saya minta pemerintah turun tangan dan menertibkan rumah potong hewan (RPH). Banyak pedagang mengeluhkan biaya operasional yang tinggi karena tarif RPH terlalu mahal, padahal harga sapi hidup relatif stabil,” kata Hindun dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (22/1).

Hindun mengungkapkan, banyak pedagang daging sapi protes karena minat pasar terus menurun akibat harga yang kian melambung. Kenaikan harga daging sapi ini, diungkapkannya, menekan daya beli masyarakat dan membuat pedagang berada di posisi sulit.

“Kalau pedagang dipaksa menyembelih sapi sendiri, tentu itu tidak efisien dan justru memberatkan. Intervensi pemerintah penting agar biaya operasional tidak terlalu membebani pedagang,” ucap Hindun.

Selain persoalan RPH, Hindun juga menyoroti, harga sapi hidup dari feedloter yang dinilai pedagang terlalu tinggi. Para pedagang, tidak memiliki banyak pilihan karena pasokan sapi potong saat ini didominasi oleh feedloter besar.

“Harga sapi dari feedloter sudah tinggi sejak awal, pedagang mengeluh karena harga beli sapi tidak sebanding. Dengan daya serap pasar, ini membuat rantai usaha dari hulu ke hilir tidak sehat,” ujar Hindun.

Sebelumnya diberitakan, pedagang daging sapi se-Jabodetabek yang tergabung dalam APDI berencana mogok jualan. Aksi mogok jualan itu, karena dialog dengan stakeholder terkait tidak membuahkan hasil.

Ketua Umum APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan kondisi pasar sudah tidak sehat bagi pedagang kecil-menengah. Kondisi harga sapi saat ini, sangat berdampak pada masyarakat menengah ke bawah.

"Seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan atau mogok dagang. Kami menimbang aspirasi anggota bandar sapi potong dan pedagang daging hilirisasi pasar tradisional se-Jabodetabek," kata Wahyu dalam surat terbuka, Rabu (21/1). ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.