Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serapan APBD Tembus 92 Persen, Kinerja Anggaran Jakarta Akhir Tahun 2025 Makin Ketat

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Serapan APBD Tembus 92 Persen, Kinerja Anggaran Jakarta Akhir Tahun 2025 Makin Ketat Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat kinerja fiskal positif pada penutupan Triwulan IV dengan pendapatan daerah mencapai Rp91,86 triliun.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat kinerja fiskal positif pada penutupan Triwulan IV dengan pendapatan daerah mencapai Rp91,86 triliun. Capaian ini menunjukkan penguatan basis penerimaan daerah di tengah dinamika ekonomi perkotaan.

Dari sisi belanja, realisasi anggaran daerah bergerak agresif hingga mendekati target tahunan. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi belanja publik untuk memastikan program prioritas tetap berjalan hingga akhir tahun anggaran.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan daerah, tingkat realisasi atau serapan APBD Jakarta tercatat menembus angka sekitar 92 persen. Persentase ini menjadi indikator kuat bahwa pelaksanaan anggaran berjalan relatif efektif dan terkendali.

Serapan belanja tersebut mencerminkan percepatan pelaksanaan program lintas sektor yang dilakukan pada periode akhir tahun. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum Triwulan IV untuk mengoptimalkan belanja strategis.

Pendapatan daerah tetap menjadi penopang utama keberlanjutan fiskal Jakarta. Optimalisasi penerimaan dari berbagai sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan kas daerah.

Kinerja pendapatan yang solid ini juga memberi ruang fiskal bagi pemerintah daerah untuk menjaga kualitas layanan publik. Stabilitas pendapatan menjadi fondasi bagi perencanaan belanja jangka menengah.

Di sisi lain, laporan keuangan daerah juga mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SiLPA sebesar Rp5,78 triliun. Angka ini menjadi refleksi dari sisa kas daerah setelah seluruh kewajiban belanja diselesaikan.

Keberadaan SiLPA memberi fleksibilitas fiskal bagi pemerintah daerah dalam menyusun anggaran tahun berikutnya. Dana tersebut dapat dialokasikan kembali untuk mendukung program prioritas yang belum terealisasi optimal.

Pemerintah daerah menilai keseimbangan antara pendapatan, belanja, dan SiLPA menjadi indikator penting dalam tata kelola keuangan publik. Pengelolaan anggaran diarahkan agar tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas layanan masyarakat.

Realisasi APBD yang menembus angka 92 persen juga menunjukkan tingkat penyerapan program yang relatif merata. Setiap perangkat daerah didorong untuk menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan sesuai perencanaan.

Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan penumpukan belanja di akhir tahun. Pemerintah daerah berupaya menjaga pola belanja yang lebih terdistribusi sepanjang tahun anggaran.

Kinerja fiskal Jakarta pada Triwulan IV juga berdampak pada stabilitas ekonomi daerah. Belanja pemerintah menjadi salah satu motor penggerak aktivitas ekonomi perkotaan.

Pendapatan yang kuat memberi ruang bagi belanja produktif yang menyentuh sektor strategis. Pemerintah daerah memprioritaskan belanja yang berdampak langsung terhadap layanan publik dan infrastruktur.

Penguatan tata kelola anggaran terus menjadi fokus utama Pemprov Jakarta. Transparansi dan akuntabilitas keuangan dijadikan indikator utama dalam pengelolaan APBD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.