Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengawasan Pinjaman Daring Disorot

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Pengawasan Pinjaman Daring Disorot Doc: ANTARA
Ket. Ekonom Celios Nailul Huda

JAKARTA – Regulator perlu bersikap lebih antisipatif di tengah potensi meningkatnya permintaan pembiayaan pinjaman daring (pindar) menjelang Ramadhan 1447 H. Lonjakan kebutuhan konsumsi masyarakat berisiko dimanfaatkan oleh pelaku penipuan, baik melalui platform ilegal maupun modus fraud yang menyasar pengguna pinjol legal.

Tanpa penguatan pengawasan dan perlindungan konsumen, peningkatan transaksi justru dapat memperbesar risiko kerugian masyarakat dan mengganggu stabilitas industri pembiayaan digital.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda memperkirakan permintaan masyarakat terhadap pembiayaan alternatif, termasuk pindar, masih akan cukup tinggi pada tahun ini karena adanya credit gap (kesenjangan pembiayaan).

"Ketika masih ada credit gap, saya masih yakin permintaan pindar masih akan tinggi. Permintaan pindar nampaknya masih akan meningkat positif, terlebih di bulan Ramadhan akan terjadi peningkatan permintaan pindar," ujar Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Senin (19/1).

Melihat potensi peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut, dia pun menekankan pentingnya langkah antisipatif dari regulator berupa pengetatan aturan pinjaman untuk mencegah terjadinya fraud. Meskipun langkah tersebut dinilai efektif untuk meredam potensi kredit macet akibat fraud, dia mengakui kebijakan tersebut dapat mengurangi inklusivitas layanan pinjaman daring.

Nailul menyampaikan penipuan seringkali terjadi karena adanya ketidakseimbangan informasi antara pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower). Pada banyak kasus, lender hanya mendapatkan profil umum calon peminjam tanpa adanya mekanisme untuk memastikan kelayakan peminjam maupun proyek yang akan dibiayai.

Celah tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, seperti memunculkan proyek fiktif atau bahkan membuat profil peminjam fiktif.

Nailul menegaskan, dalam kasus proyek fiktif, perusahaan pengembang platform pindar juga harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek yang diajukan benar-benar berjalan konkret. “Jika tidak diminimalkan, kejadian seperti saat ini (kasus gagal bayar Dana Syariah Indonesia/ DSI) akan berulang terus. Industri pindar akan dipandang sebagai industri yang penuh penipuan. Lender akan berpikir (ulang) untuk masuk (berinvestasi) ke pindar, dan lender individu semakin turun proporsinya,” kata Nailul.

Sisi Gelap

Data kerugian pindar menunjukkan sisi gelap pembiayaan digital yang kian mengkhawatirkan. Hingga akhir 2025, utang macet pinjol legal tercatat menembus lebih dari 90 triliun rupiah, sementara kerugian akibat pinjol ilegal sejak 2017 diperkirakan mencapai 139 triliun rupiah.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Dia mengatakan, OJK telah melaporkan PT DSI ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) pada 15 Oktober 2025 serta meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Nasional
Korps Marinir Uji Roket MLR...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.