Liga Champions: Arbeloa dan Seni Mengelola Ego Pemain Bintang saat Real Madrid Menjamu Monaco
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 06:29 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSatu nama yang luput dari sasaran kritik suporter adalah pencetak gol terbanyak tim, Kylian Mbappé. Berbeda dengan sejumlah rekan setimnya, bintang Prancis itu tampil konsisten musim ini dengan torehan 30 gol dari 26 pertandingan di semua kompetisi.
Mbappé tetap bermain melawan Levante meski sempat diperkirakan absen karena cedera lutut. Ia bahkan memenangkan dan mengeksekusi penalti pembuka. Jika tidak ada kendala, Mbappé diprediksi tampil sebagai starter saat menghadapi mantan klubnya, Monaco, dengan ambisi memperlebar keunggulan di daftar pencetak gol terbanyak Eropa.
Meski Mbappé belum sepenuhnya pulih, Arbeloa memilih tidak menariknya atau pemain inti lain saat melawan Levante, langkah yang dinilai menghindari kesalahan pendahulunya. Namun, membuat para bintang tampil harmonis tetap menjadi pekerjaan rumah besar.
Ancelotti gagal memecahkan teka-teki ini di musim terakhirnya, begitu pula Alonso dalam masa singkat kepemimpinannya. Ketika Vinícius dan Bellingham menjadi tumpuan utama, Madrid memiliki keseimbangan untuk meraih gelar ganda La Liga dan Liga Champions pada 2024. Kedatangan Mbappé kemudian membuat tim terasa terlalu berat di lini depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan situasi klub yang mulai mereda, laga melawan Monaco bisa menjadi gambaran awal bagaimana Arbeloa berusaha menyatukan kekuatan para penyerang tanpa mengorbankan soliditas lini belakang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!