Liga Champions: Arbeloa dan Seni Mengelola Ego Pemain Bintang saat Real Madrid Menjamu Monaco
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 06:29 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MADRID, SPANYOL — Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, tampaknya sudah memahami satu hal mendasar sejak menukangi klub dengan koleksi 15 gelar Liga Champions itu: kesuksesan di Santiago Bernabéu hanya bisa diraih jika ego-ego besar di ruang ganti dikelola dengan cermat.
Los Blancos akan menjamu AS Monaco Rabu (21/1) dini hari WIB di ajang Liga Champions, dengan target mengokohkan posisi di delapan besar fase liga sekaligus meninggalkan periode penuh gejolak yang sempat mengguncang klub.
Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol yang menjadi laga terakhir Xabi Alonso sebagai pelatih, serta debut memalukan Arbeloa di Copa del Rey menjadi pukulan beruntun bagi Madrid. Kekecewaan suporter memuncak pada hari Sabtu lalu, ketika sorakan keras terdengar dari tribun Bernabéu, bahkan ditujukan kepada pemain mereka sendiri.
Meski Madrid menang 2-0 atas Levante di La Liga, suasana penolakan begitu terasa. Arbeloa, bersama dua bintang utama Vinícius Júnior dan Jude Bellingham, menjadi sasaran utama ketidakpuasan publik.
Kejatuhan Alonso sendiri bermula dari dinamika ruang ganti. Meski sempat mengalahkan Barcelona di El Clásico pada bulan Oktober, keputusannya menarik Vinícius memicu reaksi marah dari penyerang Brasil itu. Alonso juga membuat Federico Valverde tidak nyaman dengan memainkannya di luar posisi natural, serta melakukan rotasi terhadap Bellingham. Tekanan internal pun kian besar hingga akhirnya Alonso tersingkir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatih asal Basque itu sempat mengembalikan Vinícius dan Bellingham ke status “tak tersentuh”, namun hasil di lapangan tak kunjung membaik. Pada akhirnya, Alonso harus angkat kaki.
Kini, Arbeloa memilih pendekatan berbeda. Ia terlihat meniru gaya Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane, dua sosok sukses Madrid, dengan memberi kepercayaan dan perlakuan istimewa kepada para pemain bintang.
Meski Vinícius tampil mengecewakan saat tersingkir dari Copa del Rey melawan klub divisi dua Albacete, Arbeloa justru memujinya secara terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ia ingin memikul tim di pundaknya, menyerang dan tidak pernah bersembunyi. Itulah Vini yang ingin saya lihat,” kata Arbeloa.
Setelah Vinícius kembali disiuli saat melawan Levante, Arbeloa bahkan menegaskan strategi tim harus berpusat pada sang winger. “Saya akan meminta rekan setimnya untuk lebih sering mencarinya, memberinya bola sebanyak mungkin. Saya bangga menjadi pelatihnya,” ujarnya.
Bellingham pun tak luput dari pembelaan, meski tampil buruk di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona dan baru mencetak satu gol dalam 11 laga terakhir.
“Dari dekat, dia bahkan lebih baik daripada di televisi, pengalamannya, kedewasaannya, kepemimpinannya,” kata Arbeloa tentang gelandang Inggris itu. “Dia salah satu pemimpin tim, sama seperti Kylian, Vini, atau Fede. Mereka adalah pemain yang dipanggil untuk melakukan hal-hal besar di Real Madrid. Saat keadaan tidak berjalan baik, kami harus terus mencari mereka, membuat mereka bahagia.”
Namun, bukan hanya pemain yang harus dijaga Arbeloa. Ia juga harus mengelola relasi dengan presiden klub, Florentino Pérez. Ketika ditanya soal sebagian suporter yang meneriakkan tuntutan agar Pérez mundur, Arbeloa mengubah nadanya. Setelah sebelumnya mengatakan suporter berhak mengekspresikan pendapat, kali ini ia menunjukkan loyalitas penuh.
“Siulan itu bukan dari orang-orang yang tidak mencintai Florentino, tetapi dari mereka yang tidak mencintai Real Madrid,” ujar Arbeloa. “Kami beruntung memiliki presiden yang, bersama Santiago Bernabéu, adalah sosok terpenting dalam sejarah klub ini.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!