Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UNIDO Lirik Weda Bay Maluku Utara sebagai Kunci Rantai Nikel Global

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 09:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNIDO Lirik Weda Bay Maluku Utara sebagai Kunci Rantai Nikel Global Doc: ANTARA/ Aji Cakti
Ket. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Jumat (16/1/2026).

MALUKU UTARA – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengembangan Industri (UNIDO) menilai Kawasan Industri Weda Bay atau Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) punya posisi yang cukup penting dalam peta industri nikel dunia.

Kawasan ini disebut strategis karena berperan besar dalam mendorong pembangunan industri nikel global yang lebih berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan nikel untuk baterai kendaraan listrik dan transisi energi, IWIP dianggap berada di titik yang pas—baik dari sisi cadangan bahan baku, kapasitas industri, hingga perannya dalam rantai pasok global. Tak heran jika kawasan ini kerap dilirik sebagai salah satu simpul penting industri nikel ke depan.

UNIDO melihat, pengembangan kawasan industri seperti Weda Bay bisa menjadi contoh bagaimana industri tambang dan hilirisasi dijalankan sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Mulai dari efisiensi produksi, penguatan nilai tambah di dalam negeri, hingga upaya menekan dampak lingkungan, semuanya menjadi bagian dari perhatian.

Singkatnya, IWIP bukan hanya soal produksi nikel dalam jumlah besar, tapi juga tentang bagaimana industri ini diarahkan agar tetap relevan dengan tuntutan global yang makin menekankan aspek hijau dan berkelanjutan.

Sebuah peran strategis yang membuat Weda Bay tak lagi sekadar kawasan industri, melainkan bagian dari cerita besar transisi industri dunia.

"Kawasan ini benar-benar memiliki kepentingan strategis bagi pembangunan berkelanjutan industri nikel global," ujar Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO Ciyong Zou di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Jumat (17/1).

Dia mengatakan, UNIDO melihat para pelaku industri di IWIP, dalam menerapkan standar environmental, social, and governance​ (​​​​​​ESG) sangat mengesankan. Manajemen IWIP berkomitmen secara jelas dan kuat terhadap ESG.

UNIDO bangga menjadi mitra kerja sama dengan IWIP dan entitas sektor swasta lainnya di Indonesia berdasarkan kerja sama teknis kami yang sedang berlangsung dan sukses di Indonesia di bidang kawasan industri berwawasan lingkungan (eco-industrial park).

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) ditetapkan sebagai kawasan percontohan (pilot project) pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan melalui kerja sama antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Penetapan itu merujuk pada Joint Declaration on the Sustainable Development of the Nickel Industry Chain yang disepakati oleh Tsingshan Holding Group dan UNIDO pada 24 November 2025 di Riyadh, Arab Saudi, bertepatan dengan Konferensi Umum UNIDO ke-21 dan Global Industry Summit.

Melalui kerja sama ini, Tsingshan, UNIDO dan IWIP menargetkan peningkatan standar pengelolaan kawasan industri sekaligus mendorong integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) dalam pengelolaan kawasan industri.

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He menyampaikan bahwa penetapan sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Uji Terbang AWACS ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.