Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Jadi Tailan, Berikut Negara yang Resmi Ganti Ejaan Versi Indonesia dari Peta NKRI

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Thailand Jadi Tailan, Berikut Negara yang Resmi Ganti Ejaan Versi Indonesia dari Peta NKRI Doc: Pexels
Ket. Penulisan kata "Thailand" kini berubah menjadi "Tailan"

JAKARTA - Perubahan ejaan nama negara asing resmi diberlakukan Indonesia setelah Badan Informasi Geospasial (BIG) merilis peta NKRI edisi Januari 2025. Pembaruan ini mengacu pada dokumen eksonim Indonesia yang telah didaftarkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) dalam sidang PBB di New York pada 28 April–2 Mei 2025.

Dokumen yang menjadi dasar kebijakan ini berjudul Updated World Country Names: Short and Formal Names tertanggal 10 Maret 2025. Isinya memuat penyesuaian ejaan nama negara agar selaras dengan kaidah bahasa Indonesia, baik dari sisi ejaan (ortografis) maupun bunyi pelafalan (fonologis).

Berikut daftar negara yang mengalami perubahan penulisan resmi dalam bahasa Indonesia beserta alasannya:

  1. Thailand > Tailan
    Bunyi "th" tidak dikenal dalam sistem fonologi bahasa Indonesia sehingga diserap menjadi "t". Akhiran "-land" juga dipangkas menjadi "-lan" agar lebih ringkas dan sesuai pola serapan lama.

  2. Afghanistan > Afganistan
    Penyederhanaan dilakukan dengan menghilangkan rangkap huruf konsonan asing. Bentuk Afganistan dinilai lebih sesuai dengan sistem ejaan Indonesia dan telah lama digunakan dalam literatur resmi.

  3. Paraguay > Paraguai
    Perubahan "-guay" menjadi "-guai" menyesuaikan cara baca penutur bahasa Indonesia. Tujuannya agar tulisan dan pelafalan lebih sinkron.

  4. Bangladesh > Banglades
    Huruf "h" di akhir kata dihilangkan karena tidak diucapkan dalam praktik bahasa Indonesia. Penulisan Banglades dianggap lebih efektif dan konsisten secara bunyi.

  5. Lebanon > Libanon
    Perubahan vokal dilakukan agar lebih mendekati pelafalan Indonesia. Bentuk Libanon sudah lama muncul di kamus dan buku pelajaran.

  6. Swiss > Swis
    Penyederhanaan huruf ganda dilakukan untuk menyesuaikan dengan prinsip ejaan Indonesia. Bentuk Swis dianggap lebih efisien tanpa mengubah makna.

Penyesuaian ini bukan keputusan dadakan. Indonesia sudah mengajukan daftar nama negara dan ibu kota dunia ke UNGEGN sejak 2019, lalu diperbarui lagi pada 2024 dengan fokus konsistensi bunyi dan ejaan. Proses penyusunannya melibatkan BIG, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, serta pakar linguistik dari Universitas Indonesia.

Dalam konteks kebahasaan, perubahan ini masuk kategori eksonim, yaitu nama geografis asing yang digunakan dalam bahasa tertentu dengan bentuk berbeda dari nama lokalnya. Contohnya sudah lama dipakai masyarakat Indonesia seperti Belanda untuk The Netherlands, Jepang untuk Nippon, dan Amerika Serikat untuk United States of America.

BIG menegaskan daftar eksonim ini akan menjadi rujukan resmi untuk dokumen negara, buku teks pendidikan, peta nasional, pemberitaan media, hingga konten digital. Artinya, perubahan ejaan ini bakal pelan-pelan masuk ke ruang publik dan jadi standar baru.

Langkah ini juga nyambung dengan agenda internasionalisasi bahasa Indonesia. Sejak 20 November 2023, bahasa Indonesia resmi digunakan sebagai bahasa sidang di UNESCO, sehingga standardisasi istilah dan nama geografis dianggap penting untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia di level global.

Daftar Nama Negara Asia Tenggara Versi Resmi Indonesia (2025):

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.