Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

32 Orang Tewas dalam Insiden Derek Ambruk Menimpa Kereta di Thailand 

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
32 Orang Tewas dalam Insiden Derek Ambruk Menimpa Kereta di Thailand  Doc: AP
Ket. Petugas penyelamat berupaya mengangkat puing gerbong kereta setelah sebuah derek konstruksi jatuh menimpa kereta penumpang di Provinsi Ratchasima, Thailand, Rabu, 14 Januari 2026.

NAKHON RATCHASIMA — Sebuah derek di proyek kereta api cepat yang didukung Tiongkok di Thailand ambruk menimpa kereta penumpang pada hari Rabu (14/1), menyebabkan kereta tergelincir, dan menewaskan sedikitnya 32 orang, kata pihak berwenang.

Derek besar itu tertahan di atas pilar beton raksasa, sementara puluhan petugas penyelamat bekerja mencari orang-orang yang hilang di gerbong kereta yang hancur di provinsi Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota Bangkok.

Perusahaan yang dikontrak untuk membangun bagian kereta api cepat tempat derek itu jatuh, Italian-Thai Development -- salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Thailand -- telah mengalami beberapa kecelakaan fatal di lokasi proyeknya dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan tersebut menyampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dan puluhan lainnya yang terluka. Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan akan "bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban dan menanggung biaya pengobatan".

Dari tempat tidur rumah sakit di Nakhon Ratchasima, korban selamat Taew Eimertenbrink (63) mengatakan suaminya yang berkebangsaan Jerman "tewas seketika" dalam kecelakaan tersebut.

"Saya sedang tidur. Dia juga sedang tidur. Sebuah batang logam menimpanya," katanya kepada wartawan.

Pasangan itu sedang berkunjung ke kampung halaman Taew di provinsi Surin, katanya.

"Saya pikir bepergian dengan kereta api adalah cara terbaik, tetapi... ini terjadi."

Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan 32 orang dipastikan tewas, tiga orang hilang, dan 64 orang dirawat di rumah sakit, termasuk tujuh orang dalam kondisi serius.

Warga Mitr Intrpanya mengatakan dia pergi ke lokasi kejadian setelah mendengar dua ledakan keras dan menemukan derek yang jatuh menimpa kereta dengan tiga gerbong.

"Logam dari derek itu tampaknya menghantam bagian tengah gerbong kedua, membelahnya menjadi dua," kata pria berusia 54 tahun itu kepada AFP.

Daftar Hitam

Kecelakaan itu terjadi di lokasi konstruksi yang merupakan bagian dari proyek senilai lebih dari 5 miliar dolar AS yang didukung oleh Tiongkok untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi di Thailand.

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan Bangkok ke Kunming di Tiongkok melalui Laos pada tahun 2028 sebagai bagian dari inisiatif infrastruktur Belt and Road Beijing yang besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.