Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Surabaya Perketat Penggunaan Gawai dan Internet pada Anak

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Pemkot Surabaya Perketat Penggunaan Gawai dan Internet pada Anak Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Rabu (14/1).

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat penggunaan gawai pada anak salah satunya dengan menggelar sosialisasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025 tentang Penggunaan Gawai (HP) dan Internet untuk Anak di kota setempat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Rabu (14/1), mengatakan kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber strategis, mulai dari Densus 88, Badan Narkotika Nasional (BNN), Forum Satu Data, hingga Polrestabes Surabaya.

"Sosialisasi tersebut mengusung tema 'Gawai Sehat Masa Depan Hebat, Bersama Menumbuhkan Anak yang Aman, Cerdas, dan Beradab di Ruang Digital' sebagai langkah konkret Pemkot Surabaya dalam merespons berbagai ancaman di ruang digital yang menyasar anak usia sekolah," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman orang tua dan sekolah terkait pembatasan penggunaan gawai, khususnya di lingkungan pendidikan. Kebijakan tersebut diambil setelah adanya temuan di lapangan terkait paparan konten berbahaya terhadap anak-anak.

"Tujuan kegiatan hari ini adalah menyosialisasikan Surat Edaran mengenai pembatasan penggunaan HP di lingkungan sekolah. Ini adalah respons serius atas informasi di lapangan, termasuk dari Densus 88, yang menyebutkan adanya anak usia sekolah di beberapa kota, termasuk Surabaya, yang terpapar konten berbahaya hingga radikalisme melalui internet," ujarnya.

Ia menjelaskan, tanpa pengawasan yang memadai, anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten berbahaya hanya melalui layar ponsel. Kondisi ini kerap terjadi ketika orang tua terlalu sibuk dan menggantikan kehadiran mereka dengan memberikan gawai tanpa disertai komunikasi dan kontrol yang cukup.

"Tanpa pengawasan anak-anak bisa belajar hal-hal yang berbahaya, bahkan cara menyakiti orang lain, hanya dari HP. Ini sering terjadi karena orang tua sibuk bekerja dan kasih sayangnya tergantikan oleh gawai," katanya.

Selain ancaman radikalisme, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memaparkan tingginya akses anak terhadap konten pornografi. Menurut dia, persoalan tersebut tidak memandang latar belakang ekonomi keluarga.

"Saya memohon kepada seluruh orang tua agar memastikan penggunaan HP benar-benar untuk kemaslahatan (kebenaran), bukan justru membawa mudarat (kerugian). Masalah ini bisa terjadi di keluarga mana pun, jika kasih sayang dan pengawasan orang tua tergadaikan oleh kesibukan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.