Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Barat Menilai Rudal Oreshnik Mampu Melakukan Serangan Hipersonik Non-Nuklir ke Washington, Chicago atau Pangkalan B-2 Spirit di Kansas

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 03:22 WIB | Oleh:
Barat Menilai Rudal Oreshnik Mampu Melakukan Serangan Hipersonik Non-Nuklir ke Washington, Chicago atau Pangkalan B-2 Spirit di Kansas Doc: Istimewa
Ket. Pengerahan rudal yang mampu meluncurkan serangan hipersonik non-nuklir hingga ke enam target di daratan Amerika merupakan perkembangan besar bagi keseimbangan kekuatan strategis antara dua kekuatan.

MOSKOW - Setelah mulai beroperasi pada Desember 2025, semakin banyak penilaian yang diterbitkan militer Barat mengenai kemampuan rudal balistik Oreshnik Russia, yang merupakan rudal jarak menengah pertama yang diperkenalkan di Eropa sejak tahun 1980-an. 

Dari Military Watch, rudal tersebut telah diuji coba dalam dua kali pertempuran di Ukraina, pertama kali pada akhir tahun 2024 ketika pengembangannya pertama kali diumumkan, dan kedua kalinya pada 8 Januari dalam demonstrasi kekuatan besar yang ditujukan pada target di wilayah Lviv dekat perbatasan barat Ukraina. 

Dan penilaian Barat baru-baru ini menunjukkan bahwa rudal tersebut kemungkinan memiliki jangkauan sekitar 5.500 kilometer, bertentangan dengan perkiraan sebelumnya tentang jangkauan sekitar 4.000 kilometer, yang memiliki implikasi strategis yang signifikan bagi kebuntuan militer Rusia yang sedang berlangsung dengan NATO. 

Jangkauan 5.500 kilometer memungkinkan Oreshnik untuk menyerang target di Washington DC, Chicago, dan kota-kota besar lainnya di daratan Amerika Serikat jika diluncurkan dari wilayah Arktik Rusia yang semakin termiliterisasi. Jangkauan ini memberi Rusia kemampuan serangan konvensional pertamanya terhadap target di daratan Amerika Serikat, karena Oreshnik dapat membawa hulu ledak konvensional, tidak seperti rudal balistik jarak jauh antarbenua yang hanya dilengkapi dengan hulu ledak nuklir strategis. 

Meskipun Amerika Serikat sebelumnya berencana untuk mencapai kemampuan serangan rudal balistik konvensional terhadap target di seluruh Russia di bawah program Prompt Global Strike, Oreshnik telah mewujudkan kemampuan ini bertahun-tahun sebelum program Amerika tersebut terwujud. 

Angkatan Bersenjata Russia sebelumnya hanya memiliki pilihan yang sangat terbatas untuk melancarkan serangan taktis non-nuklir ke daratan Amerika, terutama dengan meluncurkan rudal jelajah dari kapal selam serang bertenaga nuklir seperti kelas Yasen-M , dan dari pesawat pembom jarak jauh antarbenua seperti Tu-95MSM dan Tu-160M. Rudal subsonik ini relatif mudah dicegat, sementara rudal jelajah hipersonik Zircon yang pertama kali diintegrasikan ke kapal selam operasional pada tahun 2025 lebih dioptimalkan untuk menyerang kapal daripada target darat. Setiap rudal balistik Oreshnik membawa enam luncuran hulu ledak hipersonik yang dapat bermanuver dan mengubah vektor pendekatannya saat terbang, dikombinasikan dengan kecepatannya yang ekstrem membuatnya sangat sulit untuk dicegat.

Pengerahan rudal yang mampu meluncurkan serangan hipersonik non-nuklir hingga ke enam target di daratan Amerika merupakan perkembangan besar bagi keseimbangan kekuatan strategis antara kedua negara, dan memperkenalkan tingkat kerentanan bersama yang lebih besar yang mengimbangi peningkatan signifikan kemampuan perang Amerika di perbatasan Rusia. 

Target potensial utama dapat mencakup lapangan terbang yang menampung pesawat bernilai tinggi, seperti Pangkalan Udara Whiteman di Missouri tempat pembom strategis B-2 berbasis, dan fasilitas produksi pertahanan utama seperti jalur produksi F-35 di Fort Worth, Texas.

Kemungkinan Russia menyebarkan Oreshnik ke klien lain telah diangkat oleh para pembuat undang-undang di masa lalu, dengan kemungkinan tetap signifikan bahwa investasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengembangkan aset yang mampu meluncurkan serangan taktis terhadap target di daratan Amerika. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Bandara ditutup sementara t...

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...

Siswa belajar di tenda darurat

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.