Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendiktisaintek Bongkar Ambisi: Rare Earth Jadi Senjata Strategis Bangsa

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendiktisaintek Bongkar Ambisi: Rare Earth Jadi Senjata Strategis Bangsa Doc: ANTARA/HO/Humas PT Timah
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto (berbaju batik) saat melihat langsung proses pemisahan mineral ikutan timah yang dilaksanakan di Amang Plant dan RE(OH) Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat, Rabu (17/9/2025).

PANGKALPINANG – Indonesia kini semakin serius menggarap logam tanah jarang (rare earth) sebagai sumber daya strategis. Upaya ini bukan sekadar eksplorasi, tapi juga mencakup penguasaan teknologi pemurnian hingga hilirisasi.

Langkah tersebut penting karena rare earth menjadi kunci bagi berbagai industri masa depan, mulai dari energi terbarukan, baterai, hingga perangkat digital.

Dengan mengolah sendiri, Indonesia bisa meningkatkan nilai tambah, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat daya saing ekonomi di level global.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendiktisaintek) mempersiapkan teknologi pemurnian, pemisahan hingga menjadi produk hilir logam tanah jarang, guna meningkatkan perekonomian.

"Indonesia saat ini terus mempersiapkan untuk mengelola logam tanah jarang yang diharapkan dapat menjadi lompatan untuk pengembangan rare earth," kata Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Kamis (18/9).

Ia mengapresiasi PT Timah yang sudah memulai perhitungan cadangan logam tanah jarang ini dari 2016 di Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sekarang terus dipersiapkan sehingga rare earth jadi kekayaan Bangsa Indonesia untuk digunakan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

"Dalam waktu dekat kita akan bekerja keras untuk mengolah rare earth dan ini harapan menjadi salah satu lompatan bangsa kita untuk menunjukkan kepada dunia kita bisa menguasai teknologi pemurnian dan pemisahan hingga ke produk hilir sehingga nilai tambah akan sangat berlipat," ujar dia.

Ia mengatakan ke depannya Kemendiktisaintek akan mendukung PT Timah Tbk dalam mengelola logam tanah jarang ini untuk kepentingan Bangsa Indonesia.

"Kami akan melakukan uji coba, pengukuran dan pemisahan untuk memajukan bangsa dan ini kesempatan besar, salah satu terobosan dari Indonesia," katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan upaya terbaik untuk melahirkan teknologi dan menyusun hilirisasi rare earth ini.

"Kita sudah meletakkan landasan untuk membangkitkan industri logam rare earth ini," ujar dia.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara berharap adanya dukungan penjaminan keberlanjutan pasokan bahan baku mineral melalui pengaturan kebijakan dan dukungan kemitraan strategis.

"PT Timah berharap adanya dukungan penyediaan jejaring pakar, laboratorium pengujian dan fasilitas penelitian serta pengembangan terpadu untuk mempercepat penguasaan teknologi dan fasilitasi kemitraan dengan penyedia teknologi industri guna mendukung transfer teknologi dan percepatan industrialisasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.