Bagaimana Nasib Real Madrid Setelah Xabi Alonso Dipecat?
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 01:13 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: Managing Madrid
JAKARTA - Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso. Keputusan tersebut diumumkan klub tak lama setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Dalam pernyataan resminya, manajemen menyebut perpisahan ini terjadi atas dasar kesepakatan bersama, meski sejumlah laporan menyebut Alonso sendiri yang meminta dibebastugaskan dari posisinya sebagai pelatih kepala.
Kepergian Alonso menandai berakhirnya proyek ambisius yang baru berjalan sekitar tujuh bulan. Selama periode tersebut, pelatih berusia 44 tahun itu memimpin Madrid dalam 34 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Rata-rata poin per laga Alonso bahkan tergolong tinggi, namun hal itu belum cukup untuk meredam tekanan dari dalam dan luar klub.
Situasi internal Madrid disebut memanas dalam beberapa pekan terakhir. Hubungan Alonso dengan Vinicius Junior dikabarkan tidak harmonis, sementara suasana ruang ganti ikut terganggu pascakekalahan dari Barcelona. Sorotan juga mengarah pada sikap Kylian Mbappé yang menolak memberikan guard of honor kepada rival usai final, memicu perbincangan luas di kalangan penggemar.
Tekanan dari suporter pun tak terhindarkan. Sebagian fans secara terbuka mendesak manajemen untuk memecat Alonso, terutama karena Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak klasemen La Liga. Di Liga Champions, performa Los Blancos juga dinilai belum stabil meski berhasil meraih empat kemenangan dari enam laga.
Alonso datang ke Madrid dengan reputasi tinggi setelah mencatatkan sejarah bersama Bayer Leverkusen. Ia membawa klub Jerman itu menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal, sekaligus menorehkan musim liga tanpa kekalahan. Catatan rata-rata poinnya di Leverkusen termasuk yang terbaik dalam sejarah klub. Namun, dinamika dan tuntutan di Santiago Bernabéu terbukti jauh lebih kompleks.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk sementara, Real Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih caretaker. Mantan bek kanan Madrid tersebut sebelumnya menangani tim B dan telah lama berada dalam struktur kepelatihan klub. Meski begitu, masa depan kursi pelatih Madrid masih dipenuhi tanda tanya. Rumor kembalinya Carlo Ancelotti mulai beredar, meski proyek sang pelatih bersama timnas Brasil bisa menjadi penghalang.
Di sisi lain, nama Xabi Alonso diperkirakan tetap memiliki daya tarik besar di bursa pelatih. Pengalamannya bersama Leverkusen dan Madrid membuatnya masih masuk radar sejumlah klub elite Eropa. Real Madrid kini berada di persimpangan penting, sementara Alonso bersiap membuka lembaran baru dalam karier kepelatihannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!