Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

96% Perusahaan di ASEAN+ Akan Tingkatkan Investasi AI hingga 15% pada 2026

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 18:37 WIB | Oleh:

Minat terhadap Agentic AI diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam 12 bulan ke depan. Saat ini, 21 persen organisasi di Asia-Pasifik melaporkan penggunaan Agentic AI secara signifikan, sementara hampir 60 persen lainnya masih menjajaki atau merencanakan penerapan terbatas.

Adopsi ini terutama terlihat di sektor telekomunikasi, layanan kesehatan, dan pemerintahan, yang memiliki kompleksitas dan skala operasional tinggi. Meski demikian, tingkat kesiapan organisasi masih belum merata. Hanya 10 persen organisasi yang menganggap diri mereka siap untuk implementasi Agentic AI dalam skala besar, sementara 41 persen lainnya membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk meningkatkan penerapan secara signifikan.

Keamanan, tata kelola, kualitas data, serta kompleksitas integrasi masih menjadi hambatan utama.

“Agentic AI merepresentasikan pergeseran fundamental dalam cara kecerdasan ditanamkan ke dalam perusahaan,” ujar Fan Ho, Executive Director & General Manager Asia Pacific, Solutions & Services Group Lenovo.

“Dengan hampir 60 persen organisasi telah menjajaki Agentic AI dan mayoritas memilih pendekatan terukur dalam memperluas skalanya, hal ini mencerminkan kebutuhan akan AI yang terintegrasi dalam alur kerja inti, memenuhi standar keamanan dan tata kelola, serta mampu memberikan hasil yang konsisten,” jelasnya.

Hybrid AI Menjadi Arsitektur Standar

Seiring meningkatnya skala beban kerja AI, strategi infrastruktur menjadi keputusan krusial bagi para CIO. Laporan ini mencatat, 86 persen organisasi di Asia-Pasifik kini menyertakan lingkungan on-premise atau edge sebagai bagian dari arsitektur hybrid AI, sehingga menjadikan hybrid AI sebagai model standar implementasi AI di perusahaan.

Di kawasan ASEAN+, sebanyak 81 persen organisasi memilih arsitektur hybrid AI yang mengombinasikan sistem on-premise dan edge untuk menyeimbangkan performa, keamanan, serta kepatuhan regulasi. Pilihan ini didorong oleh kebutuhan perlindungan data yang lebih kuat, keamanan tingkat lanjut, serta efisiensi biaya dan kecepatan, seiring AI semakin banyak digunakan dalam proses bisnis kritikal.

“Organisasi di kawasan ASEAN+, termasuk di Indonesia, kini telah beralih dari sekadar uji coba AI ke penerapan dalam skala besar. Sebanyak 67 persen organisasi mengadopsi AI secara sistematis, dengan integrasi AI ke perangkat dan infrastruktur yang ada menjadi prioritas investasi utama,” ungkap President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto.

“Fokusnya jelas, yakni menanamkan AI ke lingkungan kerja yang sudah berjalan untuk menghasilkan nilai bisnis secara cepat. Hal ini tercermin dari potensi imbal hasil hingga 2,7 kali lipat dari setiap dolar yang diinvestasikan, menegaskan AI kini telah menjadi infrastruktur penting bagi bisnis,” tambahnya.

Prioritas Utama CIO pada 2026

Lenovo CIO Playbook 2026 menyoroti tiga prioritas utama yang akan membentuk arah perusahaan ke depan:

  1. Operasional AI sebagai penggerak nilai bisnis utama
    Sepanjang siklus penggunaan model AI, biaya operasional dapat mencapai hingga 15 kali lebih besar dibandingkan biaya pelatihan. Pada 2030, sekitar 75 persen kapasitas komputasi AI diperkirakan digunakan untuk operasional, dengan 80 persen perusahaan mengandalkan infrastruktur edge yang tersebar.
  2. Produktivitas karyawan sebagai prioritas strategis
    Penerapan perangkat berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung inferensi lokal menjadi prioritas investasi IT kedua, seiring meningkatnya adopsi AI PC. Diperkirakan 50 persen pembelian PC di segmen enterprise akan beralih ke model yang dilengkapi agen AI on-device.
  3. Skalabilitas AI masih menjadi tantangan utama
    Meski 88 persen organisasi memperkirakan AI akan menghasilkan ROI positif, hanya sekitar setengah proyek uji coba AI (proof-of-concept) yang berhasil masuk ke tahap produksi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada ambisi, melainkan pada kemampuan memperluas AI dalam skala besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dana Bagi Hasil Tertahan, J...
Megapolitan
Kolaborasi Lintas Subsektor...
Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...
Daerah
Gerak Cepat, KAI Sumut Evak...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.