Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transportasi Massal Dipercepat, Commuter Line Surabaya–Probolinggo Bidik Operasi Pra-Lebaran

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transportasi Massal Dipercepat, Commuter Line Surabaya–Probolinggo Bidik Operasi Pra-Lebaran Doc: ANTARA/ Naufal Ammar Imaduddin
Ket. Ilustrasi - Petugas berjaga di dekat KA Commuter di Stasiun Gubeng Surabaya, beberapa waktu lalu.

PROBOLINGGO – Target pengoperasian Commuter Line rute Surabaya–Probolinggo sebelum Lebaran 2026 mencerminkan upaya percepatan konektivitas regional di Jawa Timur.

Berdasarkan hasil audiensi Pemerintah Kota Probolinggo dengan Kementerian Perhubungan, rute ini diharapkan menjadi solusi mobilitas yang lebih efisien menjelang lonjakan arus mudik dan balik.

Kehadiran layanan komuter berpotensi menekan beban transportasi jalan, meningkatkan aksesibilitas ekonomi, serta memperkuat integrasi wilayah penyangga, selama didukung kesiapan infrastruktur dan operasional yang memadai.

Setelah disetujuinya usulanperpanjangan pelayanan kereta api Commuter Line Supas (Surabaya – Pasuruan) sampai ke Stasiun Probolinggo oleh Kemenhub, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menggelar audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian di Kantor Kemenhub Jakarta.

"Ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya," kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (9/1).

Menurut dia, dengan kehadiran layanan itu maka mobilitas masyarakat semakin mudah, cepat dan aman, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat melalui akses transportasi yang lebih efektif dan konektivitas wilayah semakin terintegrasi mendukung sektor wisata.

Sementara Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono memberikan dukungan terkait usulan yang diajukan oleh Pemkot Probolinggo dan secara detail dokumen yang diperlukan akan disampaikan dan Dirjen Perkeretaapian akan secara serius menelaah potensi di Stasiun Probolinggo dengan rencana perpanjangan commuter line itu

"Kami akan melihat kesiapan kereta Commuter Indonesia dalam persiapan sarananya. Di sisi lain, kami memastikan commuter line yang sudah ada, standar pelayanan tetap terjaga. Apabila ada perpanjangan dan ada sarana yang perlu ditambahkan, akan dievaluasi bersama," katanya.

Menurut dia, Probolinggo bukan hanya tempat masyarakat berangkat bekerja saja, tetapi tujuan lain ada tempat wisata di sekitar Kota Probolinggo.

Yang menuju Probolinggo ramai karena bisa berbelanja, pelayanan transportasi baru sehingga mobilitas lebih cepat. Sebelum Lebaran 2206 direalisasikan bisa membantu mengurai kepadatan arus mudik dan liburan.

"Ada target, kami realisasikan sebelum Lebaran. Mohon bantuan Pak Wali dan tim, setelah rapat bisa koordinasi dengan KCI dan PT KAI untuk persiapan prasarananya karena dengan perpanjangan itu, Stasiun Probolinggo lebih ramai, sehingga perlu ditambah pelayanan tempat duduk dan toilet.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub Arif Anwar menjelaskan perpanjangan relasi commuter dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo berjarak 38,6 kilometer dan permohonan perpanjangan rute itu didasari beberapa potensi seperti yang disampaikan oleh wali kota, seperti tingginya okupansi penumpang ke Stasiun Probolinggo yang bekerja dan sekadar rekreasi.

Ia mengatakan ada beberapa potensi di sekitar Stasiun Probolinggo yang dilayani beberapa kereta kelas ekonomi, bisnis hingga eksekutif ini yakni KA Pendalungan, Blambangan Ekspres, Logawa, Ranggajati, Wijaya Kusuma, Sri Tanjung, Probowangi, Mutiara Timur dan Tawangalun.

“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Pada Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun dan naik di Probolinggo,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.