Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Masih Sangat Kekurangan Dokter

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Masih Sangat Kekurangan Dokter Doc: Antara
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meluncurkan studi kedokteran program sarjana dan pendidikan profesi Dokter di kampus Universitas Muhamadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1/2026).

MAGELANG - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter yang cukup signifikan, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Saat ini Indonesia masih tertinggal dari negara-negara Asean.

Menkes mengatakan kondisi tersebut membuat rasio dokter terhadap jumlah penduduk Indonesia masih jauh di bawah standar ideal internasional.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri launching studi kedokteran program Sarjana dan pendidikan profesi Dokter di kampus Universitas Muhamadiyah Magelang (Unimma).

Menurut dia, berdasarkan indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, negara dengan kategori lower middle income idealnya memiliki rasio satu dokter per 1.000 penduduk. Sementara rata-rata dunia berada di angka 1,76 dokter per 1.000 penduduk.

“Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta, idealnya membutuhkan sekitar 280 ribu dokter. Saat ini posisi kita masih di angka 0,5 dokter per 1.000 penduduk,” katanya di Magelang, Kamis (8/1).

Ia menambahkan, secara regional Indonesia juga masih tertinggal. Di kawasan Asean, Indonesia berada di peringkat ke delapan, di bawah Myanmar, Thailand, dan Filipina. Bahkan di kelompok negara G20, Indonesia menempati posisi terbawah, masih di bawah India dan China.

Kondisi ini, menurut dia, menjadi alasan pemerintah mendorong penambahan fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi. Ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang telah membuka fakultas kedokteran ke-23.

Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga lulusan dokter juga cenderung bekerja di wilayah yang sama.

“Ke depan, saya berharap pembukaan fakultas kedokteran lebih banyak dilakukan di luar Jawa, terutama di Maluku, Nusa Tenggara, dan wilayah timur lainnya,” katanya.

Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia diperkirakan sekitar 160 ribu orang, sementara dokter spesialis sekitar 40 ribu orang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan minimal, Indonesia masih mengalami kekurangan sekitar 70 ribu dokter umum dan 40 ribu dokter spesialis.

“Kita butuh dokter spesialis minimal satu di setiap kota. Itu pun sebenarnya belum ideal, karena dokter juga butuh waktu istirahat dan tidak mungkin selalu siaga,” katanya.

Ia menuturkan, produksi dokter umum saat ini sekitar 12 ribu orang per tahun, sementara dokter spesialis hanya sekitar 2.700 orang per tahun. Dengan angka tersebut, dibutuhkan waktu cukup panjang untuk menutup kekurangan dokter di Indonesia. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Ekonomi
Program Mami Sera Dorong Pe...
Nasional
Gladi Persiapan Sidang Tahu...
Daerah
Ada Apa Tiba-tiba Kantor Di...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.