Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harus Tumbuh Secara Berkelanjutan, Inklusif, dan Berbasis Kualitas

5 Jumat, 09 Jan 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Harus Tumbuh Secara Berkelanjutan, Inklusif, dan Berbasis Kualitas Indonesia Harus Tumbuh Secara Berkelanjutan, Inklusif, dan Berbasis Kualitas Doc: istimewa
Ket. Eka Chandra Buana Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas - Ada tantangan global yang menuntut Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kualitas sumber daya manusia.

Jakarta - Pemerintah menilai Indonesia saat ini berada dalam fase krusial pembangunan nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks. Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Eka Chandra Buana, menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kualitas sumber daya manusia.

“Ada tantangan global yang menuntut Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kualitas sumber daya manusia,” ujar Eka dalam Diskusi Publik “Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis via Danantara & MBG” yang diselenggarakan INDEF secara virtual di Jakarta, Kamis (8/1).

Seperti dikutip dari Antara, Eka menyampaikan bahwa kebijakan fiskal dan instrumen pembiayaan pembangunan memegang peranan sangat penting dalam memastikan arah pembangunan nasional tetap berada di jalur transformasi jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang mengusung konsep trisula pembangunan sebagai fondasi utama.

Trisula pembangunan tersebut mencakup tiga pilar, yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan dan pengurangan kemiskinan, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Menurut Eka, kerangka ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kualitas pembangunan manusia.

“SDM yang sehat dan produktif akan menjadi modal bagi pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Ketegangan Sosial

Secara terpisah, Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB Suhartoko, mengatakan isu pembangunan berkelanjutan sebenarnya telah mengemuka sejak awal 1990-an. Isu tersebut muncul sebagai kritik terhadap konsep pertumbuhan ekonomi semata yang mengabaikan pemerataan, keadilan, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Menurut Suhartoko, pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan aspek-aspek tersebut hanya akan menghasilkan pembangunan jangka pendek yang tidak berkelanjutan, bahkan berpotensi menimbulkan ketegangan sosial hingga perpecahan.

“Secara konseptual, pembangunan berkelanjutan mencakup semua aspek itu. Namun, persoalannya kembali pada implementasi dan realisasinya. Akibatnya, sering kali isu ini hanya berhenti di tataran wacana,” ujar Suhartoko.

Ia menilai penguatan Bappenas sebagai lembaga yang lebih independen dapat menjadi salah satu solusi. Meski demikian, lembaga tersebut harus terbuka, bebas dari kepentingan politik praktis, serta dilengkapi dengan mekanisme pengawasan yang kuat.

Sementara itu, Direktur Mubyarto Institute, Awan Santosa, menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menerapkan sistem ekonomi kerakyatan agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan dan keberlanjutan.

“Untuk itu perlu didorong demokratisasi modal intelektual, modal institusional, dan modal material melalui pembangunan manusia, penguatan koperasi, serta perluasan akses masyarakat terhadap sumber daya,” kata Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
21.000 Prajurit TNI AL BKO ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.