Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASN Dilarang Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Pemkot Mataram Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 11:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASN Dilarang Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Pemkot Mataram Pastikan Subsidi Tepat Sasaran Doc: ANTARA
Ket. Tabung elpiji 3 kilogram di salah satu pengecer di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera menerapkan larangan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan elpiji 3 kilogram agar subsidi lebih tepat sasaran untuk masyarakat miskin.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Jumat, mengatakan larangan ASN menggunakan elpiji 3 kilogram tersebut sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur NTB.

"Kebijakan itu, segera kami ditindaklanjuti agar ASN di lingkup Pemerintah Kota Mataram beralih menggunakan elpiji non-subsidi," katanya.

Untuk pelaksanaan kebijakan tersebut, pemkot telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan antara lain melibatkan Hiswana Migas, Pertamina, serta Pemerintah Provinsi NTB.

Ia mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan sekaligus upaya memastikan distribusi elpiji bersubsidi 3 kilogram tepat sasaran.

"Sekarang kami sedang menyusun skema penerapan larangan ASN menggunakan elpiji 3 kilogram," katanya.

Sementara itu, terkait pengawasan, ia mengatakan Disdag akan melakukan pengawasan secara terpadu dengan menunggu pembentukan tim terpadu dari tingkat provinsi, bahkan koordinasi juga telah dilakukan dengan Polresta Mataram.

"Untuk pengawasan kami koordinasi dengan Polres juga seperti apa mekanisme," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, dalam hal penerapan kebijakan larangan ASN menggunakan elpiji 3 kilogram, Pertamina dan Hiswana memiliki peran penting untuk melakukan sosialisasi.

Terutama untuk program penukaran dua tabung gas elpiji 3 kilogram kosong dengan satu tabung Bright Gas (tabung gas warna merah muda) isi 5,5 kilogram.

Program penukaran itu dari Pertamina, dan disambut baik untuk tindak lanjut penerapan SE seperti yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB.

"Kami akan koordinasikan lokasi-lokasi penukarannya, agar saat pelaksanaannya masyarakat bingung," katanya.

Di sisi lain, Sri mengatakan, penerapan larangan ASN menggunakan elpiji 3 kilogram tersebut bukan karena kelangkaan elpiji 3 kilogram, melainkan untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

"Kebijakan itu, kami laksanakan murni agar subsidi elpiji 3 kilogram tepat sasaran, bukan karena langka," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

58 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...
Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...
Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.