Trump Umumkan AS Akan Terima 30-50 Juta Barel Minyak Venezuela
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Mandel NGAN/AFP
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Selasa (6/1), bahwa otoritas sementara di Venezuela telah menyepakati pengalihan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah ke AS. Minyak tersebut sebelumnya berada di bawah sanksi AS dan akan dijual di pasar dengan hasil penjualan dikendalikan oleh pemerintah Amerika.
Dikutip dari Antara, Trump menyatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” untuk memastikan penggunaan yang bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social.
Ia menambahkan bahwa Menteri Energi Chris Wright diminta untuk melaksanakan rencana tersebut “segera,” dengan pengiriman minyak menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di AS.
Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah pasukan AS melakukan serangan udara besar terhadap target di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maduro dan Flores kemudian dibawa ke New York dan menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata; keduanya menyatakan tidak bersalah.
Pemerintahan Trump menggambarkan operasi itu sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba serta korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh AS atas cadangan minyak besar Venezuela.
Harga Minyak Dunia
Sementara itu, pakar energi Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menyatakan AS diperkirakan akan menekan harga minyak dunia di bawah 60 dollar AS per barel pada 2026 melalui pengalihan antara 30–50 juta barel minyak dari Venezuela ke AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemungkinan harga minyak dunia akan ditekan di bawah 60-50 dollar AS per barel. AS menargetkan itu pada 2026,” ucap Yayan di Jakarta, Rabu (7/1).
Yayan mengatakan tambahan pasokan tersebut dapat menurunkan biaya rantai pasok dan meningkatkan efisiensi operasional.
"Dengan adanya tambahan suplai (dari Venezuela) harganya minyaknya akan diturunkan hampir 50 dolar AS per barel," tuturnya.
Ia menyampaikan langkah yang diambil oleh AS merupakan bagian dari strategi quick win atau kemenangan instan.
Strategi tersebut juga dikenal dengan strategi Dominasi Energi Amerika (American Energy Dominance).
Salah satu bagian dari strategi tersebut adalah merombak atau membentuk kembali lanskap perdagangan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!