PM Denmark: Serangan AS ke Greenland akan Berarti Berakhirnya NATO
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBulan lalu, dinas intelijen Denmark menuduh AS menggunakan kekuatan ekonominya untuk "menegaskan kehendaknya" dan mengancam dengan kekuatan militer terhadap sekutunya. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Arktik ketika tiga kekuatan super global – AS, Tiongkok, dan Rusia – berebut dominasi atas mineral dan aset geopolitik lainnya di wilayah tersebut seiring mencairnya es.
Negara-negara tetangga Nordik, Swedia, Norwegia, dan Finlandia, semuanya telah menyatakan dukungan mereka untuk Denmark. Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, mengatakan: “Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masalah yang menyangkut Denmark dan Greenland. Swedia sepenuhnya mendukung negara tetangga kami.”
Sekutu Eropa lainnya, seperti Inggris dan Jerman, telah menekankan bahwa masa depan pulau itu berada di tangan rakyatnya.
“Greenland dan Kerajaan Denmark harus menentukan masa depan Greenland dan bukan orang lain,” kata Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada hari Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyarankan NATO dapat membahas penguatan perlindungan Greenland, sementara Uni Eropa menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip kedaulatan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!