IHSG Hari Ini Melaju ke Level Tertinggi, Tak Gentar Isu Global
📅 Senin, 05 Jan 2026, 17:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi didorong oleh terjaganya stabilitas ekonomi domestik, mulai dari inflasi yang terkendali, pertumbuhan konsumsi yang solid, hingga keyakinan investor terhadap kebijakan fiskal dan moneter.
Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa pasar saham Indonesia tetap atraktif di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendorong aliran dana masuk ke aset berisiko domestik.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1) sore, ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19 mencapai level tertinggi sepanjang masa, seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.
“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan sebesar 2,92 persen year-on-year (yoy).
Laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen.
Dari mancanegara, pelaku pasar tampaknya mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan AS terhadap Venezuela.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaku pasar cenderung mengalihkan fokus perhatian terhadap rilis survei swasta yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di China tetap ekspansif untuk bulan ke tujuh berturut-turut pada Desember 2025, meskipun sedikit turun menjadi 52,0 pada Desember 2025 dari sebelumnya 52,1 pada November 2025.
Data itu menunjukkan dukungan oleh aktivitas jasa yang lebih kuat dan peningkatan kembali produksi pabrik.Presiden China Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk mempertahankan momentum setelah pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun 2025.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,76 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,50 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!