Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tuntut AS Bebaskan Segera Maduro dan Istrinya

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 22:46 WIB | Oleh:
Tiongkok Tuntut AS Bebaskan Segera Maduro dan Istrinya Doc: ANTARA/Truth Social @realDonaldTrump/am.
Ket. Tangkapan layar laman platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima.

BEIJING, TIONGKOK - Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Minggu (4/1) mengatakan AS harus segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang, seperti yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

"Tiongkok menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan keprihatinan atas penahanan paksa Maduro dan istrinya oleh AS.

Tindakan Washington itu melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, serta bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, imbuh kementerian tersebut.

Pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa AS telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Maduro dan istrinya, serta mengusir mereka dari negara tersebut.

Sejumlah media melaporkan ledakan di Caracas, dan mengaitkan serangan itu dengan unit Delta Force AS. Surat kabar New York Times melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas, termasuk militer dan warga sipil.

Pihak berwenang Venezuela mengatakan mereka tidak memiliki informasi tentang lokasi Maduro dan menuntut bukti bahwa dia masih hidup. Trump kemudian membagikan foto yang, seperti yang dia katakan, menunjukkan Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.

Media AS menyiarkan gambar pesawat yang mendarat di Negara Bagian New York, di mana Maduro dan istrinya diduga dikawal oleh puluhan petugas penegak hukum.

Beberapa anggota Kongres AS mengecam operasi tersebut sebagai tindakan ilegal, sementara pemerintah AS bersumpah bahwa Maduro akan diadili.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan niat untuk mengajukan banding ke sejumlah organisasi internasional terkait tindakan Washington dan meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB yang kemudian dijadwalkan pada 5 Januari.

Kementerian Luar Negeri Russia menyatakan solidaritasnya dengan Venezuela.

Moskow menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan tentang pemindahan paksa Maduro dan istrinya selama agresi AS, menuntut pembebasan mereka dan mendesak langkah-langkah untuk mencegah eskalasi situasi lebih lanjut di Venezuela. Ant/Sumber: Sputnik-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Tuan Rum...
Megapolitan
2 Bulan Buron, Polisi Ciduk...
Nasional
Soal Rencana Penyaluran Ban...
Ekonomi
Desain Bukan Sekadar Visual...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.