Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelola: Agrowisata jadi Alternatif Wisata Edukatif Keluarga

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 21:18 WIB | Oleh:
Pengelola: Agrowisata jadi Alternatif Wisata Edukatif Keluarga  Doc: Istimewa

JAKARTA - Agrowisata kini menjadi salah satu alternatif wisata yang semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan rekreasi, konsep tersebut juga menghadirkan pengalaman edukatif yang memberi nilai tambah bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Dua pengelola agrowisata berbasis peternakan sapi perah berbagi pengalaman wisata edukasi pada Minggu (4/1) yaitu pemilik sekaligus pengelola Agrowisata Cibugary Jakarta Timur, Rachmat, dan Marketing Milkindo Green Farm Malang, Dewi Kusumaningrum.

Menurut Rachmat, Agrowisata Cibugary hadir sebagai upaya mengenalkan masyarakat perkotaan pada dunia peternakan sapi perah. Lokasinya yang berada di kota menjadi keunikan tersendiri sekaligus membuktikan aktivitas peternakan masih bisa tumbuh berdampingan dengan kehidupan urban.

"Gagasan utamanya adalah mengenalkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya dngan produk peternakan terutama susu," ujar dia.

Rachmat menginginkan penduduk Jabodetabek tidak hanya mengenal susu, tetapi terbiasa minum susu segar setiap hari.

Menurut dia, konsep utama yang diusung Cibugary adalah wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal asal-usul susu secara langsung. Anak-anak diajak melihat kandang sapi, memahami proses pemerahan, dan mengenal berbagai olahan susu seperti yoghurt dan susu pasteurisasi.

Selain aspek edukasi, Cibugary juga mengemban misi pelestarian budaya Betawi. Rachmat mengatakan peternakan sapi perah di Jakarta merupakan warisan turun-temurun masyarakat Betawi.

"Kami juga ingin melestarikan warisan budaya masyarakat Betawi dalam usaha budidaya ternak sapi perah," uja dia.

Menurut Rachmat, hal ini sudah berlangsung sejak zaman Hindia Belanda.

Sementara itu, Dewi memaparkan konsep serupa yang diterapkan Milkindo Green Farm di Malang, Jawa Timur. Berlokasi di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, kawasan ini mengembangkan wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah yang dikemas secara modern.

"Ini merupakan tempat wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah yang ramah keluarga," ucap dia. Menurut Dewi, wisatawan di sana juga bisa menikmati berbagai kegiatan interaksi dengan hewan ternak.

Ditambahkannya bahwa pengunjung Milkindo tidak hanya diajak melihat proses peternakan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas lainnya. Misalnya memberi makan hewan, memerah susu sapi, dan mencoba berbagai produk olahan susu.

Berbagai wahana pendukung juga disediakan untuk menyeimbangkan unsur edukasi dan hiburan. "Wisatawan itu datang tidak hanya rekreasi tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi secara langsung," ujar dia.

Rachmat dan Dewi sepakat agrowisata edukatif kini semakin diminati karena menawarkan pengalaman langsung yang tidak didapatkan di ruang kelas. Pengunjung tidak hanya berekreasi, tetapi juga membawa pulang pengetahuan baru tentang pangan, lingkungan, dan dunia peternakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.