Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog: Jaga Stabilitas Harga, Penyaluran Beras SPHP Dilakukan Sepanjang Tahun 2026

📅 Sabtu, 03 Jan 2026, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog: Jaga Stabilitas Harga, Penyaluran Beras SPHP Dilakukan Sepanjang Tahun 2026 Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kanan) melakukan monitoring harga pangan di Pasar Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan sepanjang tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Rizal mengatakan penyaluran beras SPHP pada tahun sebelumnya dilakukan tidak penuh karena berlangsung terputus sehingga hanya berjalan sekitar delapan bulan mengikuti kebijakan penugasan pemerintah saat itu.

"Kalau kemarin kan terputus-putus. Jadi cuma ada delapan bulan kemarin kan. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun," kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat (02/1).

Sebelumnya, pelaksanaan program beras SPHP pada tahun 2025 dilakukan secara selektif menyesuaikan masa panen raya. Awalnya program beras SPHP ini semula dirancang berlangsung penuh sepanjang tahun 2025, namun penyalurannya disesuaikan dengan kondisi produksi nasional.

Pada Januari-Februari 2025, pemerintah menyalurkan SPHP karena produksi beras menurun, dengan realisasi distribusi mencapai 181 ribu ton kala itu, sebelum dihentikan sementara saat memasuki panen raya di berbagai daerah.

Penghentian distribusi SPHP saat itu dilakukan agar harga gabah petani tetap sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu minimal Rp6.500 per kilogram, kecuali untuk daerah tertentu seperti Papua yang tetap disubsidi.

Alhasil, setelah panen raya selesai, pemerintah kembali membuka penyaluran SPHP sejak Juli dan ditargetkan hingga 1,3 juta ton pada Desember 2025. Penyaluran beras SPHP saat itu bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram yang menyasar 18,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Bulog mencatat realisasi beras program SPHP sepanjang tahun 2025 mencapai 802.939 ton dari target tahunan 1,5 juta ton.

Namun, pada tahun 2026, kata Rizal, Bulog merencanakan penyaluran SPHP berjalan konsisten sepanjang tahun agar intervensi harga lebih efektif dalam meredam gejolak harga di pasaran dengan begitu dapat menjaga daya beli masyarakat secara luas.

Meski begitu, penyesuaian volume tetap diterapkan oleh Bulog di saat puncak panen terutama pada Maret dan April agar penyaluran tidak menekan harga gabah petani di sentra produksi.

Selain Maret dan April pengurangan volume juga dilakukan pada Agustus khusus di wilayah sentra pangan untuk mencegah penumpukan pasokan berlebih di pasar selama panen raya berlangsung.

"Di saat puncak musim panen bulan Maret dan April termasuk Agustus, itu penyaluran SPHP di daerah-daerah sentra produksi, SPHP-nya dikurangin. Dikecilkan volumenya. Tapi tetap dilakukan supaya apa? Tidak tumpah banyak di pasaran," beber Rizal.

Sementara itu bagi daerah di luar sentra produksi pangan, penyaluran SPHP tetap berjalan normal sepanjang tahun guna memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan, SPHP-nya tetap jalan seperti biasa. Tapi khusus yang daerah-daerah sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, NTB itu SPHP-nya dikecilkan volumenya. Tapi yang lain tetap berjalan seperti biasa," imbuh Rizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.