Awas Bahaya Air Terkontaminasi! Ini 5 Metode Pemurnian Air yang Bisa Dicoba di Rumah
📅 Jumat, 02 Jan 2026, 15:10 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: thewholeu.ew.edu
Konsumsi air yang tidak aman dapat menyebabkan penyakit seperti gastroenteritis bakteri, kolera, tifus, dan disentri, yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada populasi rentan.
Pencemaran air masih menjadi masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan dan terus mempengaruhi banyak orang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak aman dapat menyebabkan penyakit seperti gastroenteritis bakteri, kolera, tifus, dan disentri, yang merupakan kontributor signifikan terhadap penyakit dan kematian pada populasi rentan.
Bahkan air yang tampak jernih pun dapat mengandung patogen, bahan kimia, dan polutan yang dapat menyebabkan penyakit. Memurnikan air membantu menghilangkan zat-zat berbahaya ini, sehingga memastikan air minum yang aman.
Berikut metode pemurnian air yang dapat Anda coba di rumah, dikutip dari NDTV:
1. Merebus
Sebaiknya Anda baca juga:
Merebus adalah salah satu metode paling sederhana dan efektif yang membunuh sebagian besar bakteri, virus, dan parasit. Didihkan air setidaknya selama satu hingga tiga menit untuk hasil yang efektif. Biarkan air dingin sebelum digunakan.
2. Pemurni Air
Banyak pemurni modern menggunakan kombinasi, seperti RO+UV+UF, untuk memastikan pemurnian yang komprehensif:
Sebaiknya Anda baca juga:
- Pra-filter: (Sedimen/Karbon) menghilangkan partikel besar, debu, klorin, dan bau
- Membran RO: Osmosis terbalik menghilangkan banyak kotoran, termasuk logam berat, bahan kimia, dan mikroorganisme
- UV Chamber: Sinar ultraviolet (UV) dapat membunuh bakteri dan virus tanpa perlu bahan kimia.
- Filter UF: Lebih lanjut memberikan kejernihan kristal
- Pasca-filter/Mineralisasi: Dapat menambahkan mineral bermanfaat seperti tembaga atau meningkatkan rasa
3. Arang Aktif
Arang aktif dapat secara efektif menyaring kotoran dan kontaminan dari air, menghilangkan klorin, sedimen, dan logam berat tertentu sambil meningkatkan rasa. Namun, arang aktif tidak membunuh bakteri atau virus, jadi harus digunakan bersamaan dengan metode pemurnian lainnya. Untuk menggunakannya di rumah, tempatkan arang aktif dalam kain atau wadah berjaring halus dan tuangkan air. Biarkan selama beberapa jam untuk penyerapan optimal.
4. Disinfeksi Kimia
Bahan kimia seperti klorin atau yodium dapat secara efektif mendisinfeksi air. Tambahkan beberapa tetes pemutih klorin tanpa aroma atau yodium, aduk, dan diamkan setidaknya selama 30 menit sebelum digunakan. Metode ini dapat membunuh berbagai macam patogen, tetapi mungkin meninggalkan rasa tidak enak dan mungkin tidak efektif terhadap beberapa parasit. Namun, perlu berhati-hati saat menggunakan klorin cair atau tablet untuk mengolah air minum. Sebelumnya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan disinfeksi kimia.
5. Disinfeksi Air dengan Tenaga Surya (SODIS)
Di daerah dengan sumber daya terbatas, disinfeksi dengan tenaga surya dapat menjadi metode pemurnian air yang murah dan sederhana yang tidak memerlukan peralatan khusus. Metode ini menggunakan sinar matahari untuk membunuh patogen dalam air. Isi botol plastik bening dengan air dan letakkan di bawah sinar matahari langsung selama enam jam atau hingga dua hari jika cuaca mendung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!