Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LPS Wanti-Wanti : Investasi Boleh Cuan, Data Pribadi Jangan Ikut Dijual

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
LPS Wanti-Wanti : Investasi Boleh Cuan, Data Pribadi Jangan Ikut Dijual Doc: ANTARA/ HO-Humas LPS.
Ket. Ilustrasi - Petugas LPS.

YOGYAKARTA – Di tengah makin masifnya layanan keuangan digital, nasabah dituntut makin sadar bahwa data pribadi adalah “aset” yang tak kalah penting dari saldo di rekening.

Nama lengkap, NIK, nomor rekening, hingga OTP bukan sekadar deretan angka—semuanya bisa menjadi pintu masuk jika jatuh ke tangan yang salah.

Secara sederhana, menjaga data pribadi berarti memahami bahwa risiko kejahatan siber terus berevolusi. Modus phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan tautan palsu sering kali memanfaatkan kelengahan.

Karena itu, kebiasaan kecil seperti tidak membagikan kode OTP, rutin mengganti kata sandi, dan memastikan hanya mengakses aplikasi resmi bisa berdampak besar dalam meminimalkan risiko.

Pada akhirnya, perlindungan data bukan hanya tanggung jawab bank atau penyedia layanan, tetapi juga nasabah itu sendiri.

Semakin disiplin nasabah menjaga informasi pribadinya, semakin kuat pula ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan nasabah perbankan agar tidak sembarangan membagikan data pribadi saat berinvestasi, menyusul tingginya risiko kejahatan digital di sektor keuangan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan meningkatnya minat investasi di kalangan nasabah pemula perlu diimbangi pemahaman risiko dan keamanan data.

"Nasabah-nasabah pemula sekarang gairah berinvestasinya tinggi, saham, mau ke kripto dan sebagainya. Nah, itu kita beri edukasi supaya mereka tahu mekanismenya dan risiko yang harus dihadapi," ujar Anggito di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (27/2).

Ia mengingatkan tingginya aktivitas investasi juga diikuti potensi kejahatan digital yang menyasar nasabah, terutama pemula.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi saat menggunakan layanan keuangan.

Menurut dia, edukasi penting agar masyarakat memahami mekanisme investasi serta risiko yang melekat pada setiap instrumen keuangan.

"Jangan terbuai dengan iming-iming. Jangan sampai 'ngasih' OTP-nya, 'password'-nya itu ditutup. Terus kemudian hati-hati dengan 'scamming', 'malware', sampai 'hackers'," kata Anggito.

Anggito menambahkan, penguatan literasi dan keamanan keuangan juga didukung melalui riset LPS bersama perguruan tinggi untuk memahami perilaku nasabah dan berbagai risiko di sektor keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.