Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Resmi Jadi Kota Terbesar di Dunia, Geser Tokyo ke Posisi Ketiga

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 11:45 WIB | Oleh:
Jakarta Resmi Jadi Kota Terbesar di Dunia, Geser Tokyo ke Posisi Ketiga Doc: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN
Ket. Warga berfoto saat berkunjung di Sky Garden UP at Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (25/6).

TOKYO - Jakarta menempati posisi puncak sebagai kota terbesar di dunia. Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah penduduk Jakarta mencapai 41,9 juta jiwa, disusul oleh Dhaka, sementara Tokyo turun ke posisi ketiga akibat perlambatan pertumbuhan populasi.

Kantor Berita Jepang, Kyodo, Kamis, mengutip laporan PBB, melaporkan bahwa pertumbuhan populasi ibu kota Jepang lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka.

Akibatnya, peringkat Tokyo sebagai salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di dunia turun dari posisi pertama pada tahun 2000 menjadi peringkat ketiga pada 2025, menurut laporan PBB yang menggunakan metode penilaian khusus untuk memudahkan perbandingan internasional.

Ke depan, jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diperkirakan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan penurunan tersebut, Tokyo diproyeksikan turun ke peringkat ketujuh.

Sementara itu, Dhaka diperkirakan menjadi kota terbesar di dunia dengan 52,1 juta penduduk, diikuti Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Merujuk laporan PBB itu, istilah “kota” didefinisikan sebagai setiap aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total populasi sedikitnya 50.000 jiwa.

Berdasarkan metodologi yang digunakan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan untuk Tokyo hanya mencakup kawasan perkotaan, termasuk wilayah perkotaan di prefektur tetangga seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Sementara itu, jumlah penduduk resmi wilayah administratif Tokyo sekitar 14 juta jiwa.

Estimasi jumlah penduduk itu bertujuan untuk menyediakan data bagi para pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan perkotaan, di mana kemampuan mengelola pertumbuhan kota secara berkelanjutan dinilai penting, tidak hanya bagi penduduk perkotaan tetapi juga bagi kemajuan global dalam mencapai target iklim.

Laporan tersebut mencatat bahwa dunia semakin terurbanisasi dengan kota-kota kini menjadi tempat tinggal bagi sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia. Jumlah saat ini telah mencapai lebih dari dua kali lipat proporsinya pada 1950.

Selain itu, sekitar dua pertiga dari pertumbuhan penduduk dunia antara 2025 hingga 2050 diproyeksikan terjadi di kawasan perkotaan, sementara sebagian besar sisanya di kota-kota kecil.

Namun, dalam beberapa dekade mendatang, semakin banyak negara diperkirakan mengalami penurunan signifikan populasi perkotaan pada 2050. PBB menyebut Jepang dan China termasuk di antaranya, terutama akibat tingkat kelahiran yang terus rendah dan penurunan populasi secara keseluruhan.

Tokyo dan Seoul menjadi satu-satunya kota di antara 10 kota terbesar dunia pada 2025 yang diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk pada pertengahan abad ini, menurut laporan tersebut.

Sumber: Kyodo-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Kapan Wisata Bromo Dibuka L...
Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.